PAPUAInside.com, MANOKWARI— Kehadiran Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Pur) Drs Paulus Waterpauw, M,Si beribadah bersama Jemaat GKI Lahai Roi diharapkan membawa angin segar untuk membawa perubahan.
Harapan tersebut disampaikan Ketua PGGP (Persekutuan Gereja-Gereja Papua) Papua Barat Sherly Parinussa di GKI Lahai Roi Mansinam saat berlangsung ibadag syukur pelantikan dan serah terima jabatan Paulus Waterpauw sebagai Penjabat Gubernur Papua Ba Carl Willem Ottow and Johan Gottlod Geissler Minggu (22/05/2022).

‘’Pulau Mansinam ini adalah wajah Papua, jika pulau ini tidak baik maka tidak baik pulalah wajh kita di Papua ini. Diharaojab dengan terpilihnya Bapak Waterpauw menjadi penjabat gubernur Papua Barat akan memberikan perubahan pada pulau ini,’’ jelasnya.
Mengapa dikaatakan wajah Papua karena dari pulau inilah lahir perubahan bagi orang Papua dengan datangnya dua misionaris dari Jerman dan Belanda Carl Willem Ottow and Johan Gottlod Geissler Minggu.
Misionaris tersebut selain memberitakan Injil juga membuka sekolah-sekolah untuk mendidik anak-anak asli orang Papua kala itu,
Sementara Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Drs Paulus Waterpauw, M.Si mengunjungi gereja di Pulau Mansiman, Kabupaten Manokwari mengatakan menemukan banyak masalah terkait penanganan Pulau Mansinam sebagai.
Gereja pertama yang menjadi lambang kehadiran hamba Tuhan, Ottow-Geisler yang kmeninjakan kaki di Mansinam untuk membuka tabir kehidupan di Papua.
Paulus teringat saat dirinya menjabat sebagai Kapolda Papua Barat, sekitar tahun 2009, gereja ini menjadi lokasi pelantikan hamba Tuhan dari Gereja Kristen Injili (GKI).
“Kala itu, kegiatannya sangat meriah. Namun, pasca kegiatan tersebut, gereja ini tak diketahui secara jelas bagaimana pengelolaannya,” kata Paulus, Minggu (22/5/2022).
Ia menjelaskan pemerintah Provinsi Papua Barat memiliki lembaga khusus yang mengurusi Situs Mansinam.
“Saya melihat ada berapa kendala dalam lembaga yang mengurusi Mansinam ini, terutama orang-orang di dalamnya. Termasuk perlu diselidiki bagaimana proses pelimpahan gereja ini, apakah sudah ada serah terima dari pemerintah daerah ke gereja ataupun sinode. Semua ini perlu pembahasan bersama. Apalagi Situs Mansinam memiliki banyak nilai yang tertuang dalam membangun peradaban Papua.
Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw mengaku dalam beberapa hari ke depan akan melakukan belanja masalah, lalu membahas masalah tersebut hingga. **
bertemu titik poinnya.
Lanjut Paulus, dari permasalahan ini, akan dikonsultasikan ke pusat dan akan bicara dengan para pihak yang terlibat dalam tanggung jawab pengelolaan ini.
“Saatnya, kita semua berkomitmen bersama mambangun gereja ini. Saya prihatin mengapa gereja ditinggal seperti ini? Sebenarnya gereja bisa difungsikan secara Oikumene, melibatkan dedominasi gereja. Ada kerinduan bersama untuk melayani, melindungi kehidupan sekitar situs ini,” katanya.**














