PAPUAInside.com, MANOKWARI— Meneladani misionaris Carl Willem Ottow and Johan Gottlod Geissler yang memulai penginjilan di Tanah Papua dari Pulau Mansinam, demikian juga Drs Paulus Waterpauw, M.S.i melakukan ibadah syukur di tanah peradaban tersebut mengawali tugasnya sebagai penjabat Gubernur di Provinsi Papua Barat.
Paulus Waterpauw dilantik menjadi Penjabat Gubernur Papua 12 Mei 2022 di Jakarta oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, selanjutnya melakukan serah terima jabatan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat periode 2017-2022 Drs Dominggus Mandacan dan Muhammad Lakotani di Auditorium PKK Kantor Gubernur Papua Barat, Kamis (19/05/2022).
Paulus Waterpauw dilantik bersama 4 penjabat gubernur lainnya untuk mengisi kekosongan sampai pelaksanaan Pilkada 2024.
‘’Saya pilih ibadah disini karena ditempat ini peradaban orang Papua dimulai. Dari sini saya akan memulai tugas untuk melayani masyarakat Papua Barat tercinta,’’ ujar Waterpauw saat menyumbangkan lagu pujian dalam ibadah di Gereja GKI Jemaat Lahai Roi yang dipimpin Pdt L Wanma STh tersebut, Minggu (22/05/2022).
Mansinam disebut pulau peradaban karena dari tempat inilah misionaris Ottow dan Geissler dan misionaris-misionari selanjutnya mengabarkan injil yang menjadi pembuka tabir kegelapan. Selain mengabarkan injil misionaris juga mengajar dan mendidik orang Papua dengan membuka seskolah-sekolah.
‘’Kita ada seperti sekarang ini karena para misionaris membawa perubahan besar di tanah ini, membawa injil untuk membuka tabir kegelapan, membawa keselamatan, hasil penginjilan para misionaris itulah yang kita liat saat ini,’’ jelas Waterpauw.
Kedatangan Penjabat Gubernur Drs Paulus Waterpauw M,Si yang didampingi Ny Roma Megawanti Waterpauw dan sejumlah pejabat Pemda Provinsi Papua Barat disambut tarian dari pemuda-pemudi Pulau Mansinam.
Hujan mengguyur Pulau Mansinam dan sekitarnya sejak dimulainya ibadah pukul 09.30 WIT sampai selesai namun tidak mengurangi khidmat dan khusuknya ibadah yang dihadiri 549 jemaat.
Pdt L Wanma dalam khotbahnya yang didasarkan pada pembacaan Alkitab dari Yehezkiel 37:1-4 mengatakan Nabi Yehezkiel dipanggil Tuhan untuk menyatukan Bangsa Israel yang saat itu terpecah, yang ada di pembuangan dan yang di Yerusalem.
‘’Tuhan mengutus Nabi Yehezkiel untuk memulihkan Bangsa Israel yang terpecah, Tuhan juga mengutus pemimpin pemimpin di Tanah Papua untuk memulihkan kondisi kita saat ini. Tuhan selalu punya cara untuk menolong umatNya. Jadi janganlah kehilangan harapan,’’ pesannya.
Ibadah syukur pelantikan penjabat gubernur dan serah terima jabatan diakhiri dengan jamuan kasih. **














