Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.com, MIMIKA—Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggelar simulasi kelistrikan, salah satunya di venue Mimika Sport Complex (MSC), Kabupaten Mimika, Papua.
Hal ini merupakan bentuk pemastian keandalan sistem kelistrikan dalam rangka menyukseskan PON XX Papua mendatang.
Simulasi kelistrikan dilakukan melihat kesiapan PLN dalam menghadapi gangguan saat pelaksanaan PON XX nanti.
Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero), Syamsul Huda, saat kunjungannya ke Jayapura dan Mimika menyampaikan optimismenya pada infrastruktur kelistrikan yang ada untuk PON XX Papua.
“Dari hasil saya melihat langsung ke lapangan, saya optimis PLN mampu melayani kebutuhan listrik untuk PON XX ini dengan baik. Baik di Jayapura, di Timika maupun Merauke juga saya mendapatkan laporan di sana sudah siap,” ujar Huda dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Minggu (12/9/2021).
Ia mengatakan, jika listrik padam di salah satu venue, maka back-upnya sudah bisa jalan.
Ia menyaksikan bagaimana simulasi dari petugas PLN mengamankan suplai listrik di salah satu venue yang ada di Timika.
“Kita simulasikan jika sistem listrik dari PLN itu padam, backupnya sudah bisa jalan, ada UPS dan mobile genset yang kita pasang, sehingga praktis tidak ada kedip saat terjadi gangguan pada sistem kelistrikan PLN,” katanya.
Pelaksanaan simulasi dimulai dari keadaan normal di mana beban venue disuplai oleh jaringan listrik yang ada.
Kemudian, petugas yang sudah siap pada Load Break Switch (LBS) 3 Ways memadamkan suplai listrik ke venue guna membuat seolah-olah terjadi gangguan pada sistem kelistrikan.
Kondisi ini menyebabkan suplai listrik instalasi pelanggan (venue) secara otomatis diambil alih oleh baterai Uninterruptible Power Supply (UPS), sebelum akhirnya genset beroperasi secara otomatis mengalirkan listrik ke venue. Dengan cara ini listrik pada venue tidak mengalami kedip/padam.
Sistem suplai backup dengan Mobile Genset dan UPS digunakan di sebagian besar venue PON XX Papua.
Sistem ini digunakan untuk menjaga instalasi penting yang tidak boleh terjadi padam/kedip seperti lampu penerangan dan scoreboard/videotron.
Sementara itu, dari kesiapan jumlah personel pengamanan kelistrikan PON XX, PLN akan menyiapkan 1.574 petugas yang tersebar di 4 klaster penyelenggara.
Pihaknya juga akan mengirimkan tambahan personil dari unit-unit di sekitar Papua, khususnya Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara, agar semua mengirimkan petugas ke Papua untuk membantu pelaksanaan PON XX.
Terkait kondisi saat ini, Huda juga memastikan bahwa seluruh personil dalam keadaan sehat saat bertugas nanti.
Untuk bertugas, karyawan PLN disebutkan memiliki prosedur kesehatan yang ketat, bahkan ada tim kesehatan khusus sebagai pendamping operator, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran bagi pihak-pihak lain yang terlibat di lapangan. **














