Oleh: Vina Rumbewas I
PAPUAinside.com, WAMENA—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya minta bantuan catridge ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, karena stok catridge di wilayah ini menipis, termasuk stok obat anti virus.
“Kami sendiri sudah beli, tapi barangnya masih dalam perjalanan. Semoga stok obat kami tidak sampai habis,” terang Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jayawijaya, Jhon Richard Banua, Senin (9/8/2021).
Banua membeberkan selama pandemi Covid-19, Pemkab Jayawijaya hanya mendapatkan satu kali bantuan catridge dari Kementerian Kesehatan RI, sedangkan untuk obat anti virus belum pernah dibantu.
“Sejak pandemi Covid-19 kita hanya dapat dari kemenkes sebanyak 120 catridge, dari pemprov Papua kurang lebih 300-an. Sesudah itu kami beli sendiri gunakan APBD kami,” bebernya.
Dikatakan pihaknya menghabiskan kurang lebih 400 catridge per minggu, untuk pemeriksaan hasil tracing warga, yang melakukan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19.
Catridge tersebut juga digunakan, untuk warga bergejala yang datang melakukan pemeriksaan, mengingat penularan lokal Covid-19 di Jayawijaya cukup tinggi.
Ia mengungkapkan, jika sebelumnya 500 catridge bisa digunakan hingga sebulan lebih. Tapi kini hanya bertahan kurang lebih seminggu.
“Saat ini catridge agak susah, kita dibatasi sekali pengiriman hanya bisa 500 catridge. Sabtu lalu masuk catridge sekarang sisa 80. Ini karena kita banyak lakukan pemeriksaan hasil tracing,” ungkap Banua.
Dengan angka Covid-19 yang naik turun, pemkab Jayawijaya terus berupaya melakukan pengadaan catridge dengan permintaan 1.000 catridge per minggu, namun dari pihak penyuplay hanya mampu memenuhi 500 catridge per minggu.
Lanjutnya, selama pandemi Covid-19 cukup banyak anggaran yang terpotong, APBD Jayawijaya bahkan terpotong Rp 20 miliar, untuk penanganan Covid-19. **













