Blokir Jalan Dibuka, Ratusan Kendaraan Tinggalkan Elelim

Pemblokiran jalan di Elelim yang mengakibatkan ratusan kendaraan yang hendak ke Wamena tertahan selama dua minggu. (foto: Penrem 172/PWY)

PAPUAInside.com YALIMO— Jalan Trans Nasional Jayapura-Wamena di Distrik Elelim hari ini, Kamis (29/7), dibuka setelah dua minggu lamanya diblokir  oleh massa pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Yalimo nomor urut 01 Erdi Dabi-Jhon Wilil yang tidak puas dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan sengketa hasil pilkada Yalimo.

Pembukaan palang ini diawali dengan pertemuan di ruangan Sekda kabupaten Yalimo yang dihadiri Sekda kabupaten Yalimo  Drs. Isak Yando, SE. M.Si ,  Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Arif Budi Situmeang, S.IP, M. Tr(Han), Kapolres Yalimo  AKBP Hesman Sotarduga Napitupulu, SH, S.IK, MH, Nahor Nekwek, S.Pd, anggota DPRD Elia Yare (Anggota DPRD), Kepala suku  Yoses Mabel dan Kamende Wandik.

Ratusan kendaraan  truk yang tertahan di Elelim Kabupaten Yalimo. (foto: Penrem 172/PWY)

Pada pertemuan tersebut Sekda menyampaikan bahwa kondisi Pemerintahan di Yalimo sedikit sulit akibat situasi politik yang berkembang, banyak ASN juga terpecah ke kubu paslon tertentu dan kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan lagi untuk pelaksanaan Pemilu ulang. ‘’Saat ini yang  menjadi perhatian kita bersama  terpusat  pada  penanganan pandemi Covid-19 dan mendukung Penyelenggaraan PON XX. Untuk itu TNI-Polri bersama tokoh masyarakat  dapat menjembatani  untuk pembukaan pemalangan jalan,’’ ujarnya.

Sementara itu Dandim Arif Budi Situmeang mengatakan TNI siap mendukung seluruh kebijakan pemerintah daerah agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik, dimana untuk mendukung semuanya agar seluruh akses dapat dibuka, termasuk mengajak masyarakat berbicara dari hati ke hati sehingga kendaraan yang tertahan di Elelim bisa dikeluarkan menuju Wamena.

Setelah dilakukan kesepakatan dengan massa yang memblokir jalan,  sekitar pukul 15.00 WIT, sebanyak  147 kendaraan terdiri dari 96 unit kendaraan truck dan 51 unit Strada yang sempat tertahan selama 2 minggu di Elelim dapat melintasi jalan menuju arah Wamena.

Sebelumnya massa membakar beberapa kantor dan kios di distrik Elelim pada Selasa (29/6/2021). Sejumlah gedung pemerintahan juga terbakar, diantaranya Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kantor BPMK, Kantor Dinas Perhubungan, Kantor Dinas Kesehatan, Kantor DPRD, Kantor Gakkumdu dan Bank Papua. Massa juga menutup akses jalan trans Jayapura menuju Wamena maupun sebaliknya.

Dari kejadian tersebut, sebanyak 1.349 orang mengungsi ke Polres Yalimo dan Koramil Elelim. Setelah negosiasi Dandim 1702/JWY dan Kapolres Yalimo pada tanggal 5 juli 2021 dengan massa Paslon pendukung, para pengungsi diperbolehkan keluar dari Yalimo menuju ke Jayawijaya.

Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan yang dihubungi melalui telepon selulernya membenarkan bahwa sesuai hasil komunikasi dengan seluruh massa pendukung yang ada di lokasi pemalangan, bahwa palang akan dibuka selama 3 jam untuk memberikan kesempatan bagi seluruh kendaraan yang tertahan di Kota Elelim keluar menuju Wamena. ** (Penrem 172/PWY)