PAPUAInside.com, JAYAPURA—Stok peti mati standar di Kota Jayapura kosong sehingga pemakaman pasien covid-19 menggunakan peti mati darurat.
Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano mengatakan, penggunaan peti mati darurat ini dikarenakan kematian pasien coviud-19 di Kota Jayapura bisa mencapai 10 orang dalam sehari.
‘’Kondisi kota karena yang meninggal bisa satu hari 10 orang, peti standar kan sudah siap tinggal kita ambil, kita cek habis, jenazah covid tdk bisa di tahan 1 sampai 2 hari, harus langsung makam, terpaksa pakai peti darurat,’’ ujar Wali Kota Jayapura melalui WA kepada jurnalis di Jayapura.
Romi Sondakh salah seorang penyedia jasa layanan pemakaman di Kota Jayapura mengatakan stok peti mati sudah berkurang sejak seminggu lalu.
Untuk proses pembuatan peti mati dalam sehari bisa 1-2 buah, sementara yang membutuhkan bisa 2-5 orang.
‘’Dalam sehari bisa dua sampai lima orang menanyakan ketersediaan peti mati, ada yang melalui telpon dan ada juga yang datang ke kios,’’ jelasnya.
Romi dan karyawan terus membuat peti mati namun langsung diambil oleh warga yang keluarganya meninggal dan harus segera dikuburkan. ‘’Jadi stok tidak ada namun pembuatan peti tetap dilakukan begitu selesai langsung ada yang datang ambil,’’ jelasnya.
Dikatakan Wali Kota Tomi Mani, lonjakan pasien covid-19 di Kota Jayapura dalam kurun waktu sebulan sangat signifikan. Tercacat pada 6 Juni 2021 pasien covid-19 sebanyak 83 orang dan pada 14 Juli 2021 menjadi 729 pasien.
Data pasien covid-19 di Kota Jayapura secara kumulatif 10.944 orang, sembuh 9383, meninggal dunia 213 dan dirawat 1348.**














