Pemkot Jayapura Rencana Gunakan Asrama Haji untuk Perawatan Pasien Covid-19

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano. (foto: Humas Kota Jayapura)

Oleh: Faisal Narwawan|

PAPUAinside.com,JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura akan menyurati Kementrian Agama Provinsi Papua untuk menggunakan asrama haji sebagai rumah sehat penanganan pasien Covid seperti halnya LPMP Papua.

Langkah ini diambil sebagai upaya mengisolasikan pasien Covid-19 jika LPMP Papua telah penuh.

Selain itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah mempersilahkan rumah sakit (RS) Haji dan asrama haji se Indonesia  dimanfaatkan  untuk penanganan pasien COVID-19.

Tidak kurang 25 asrama haji yang sudah disiapkan, tercatat sudah seribuan lebih pasien covid-19 di Indonesia yang dirawat di asrama haji.

“Kalau LPMP penuh, kami akan menyurati ke pemerintah provinsi untuk penggunaan asrama haji,” kata Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano saat diwancarai wartawan, Senin (12/07/2021).

Walikota Tomi Mano mengatakan, pasien Covid yang saat ini dirawat di LPMP Papua adalah warga luar Kota Jayapura yang datang.

Untuk itu, pihaknya akan merumuskan dan mengusulkan bantuan dana dari pemerintan Provinsi Papua.

Pemkot Jayapura diketahui telah mengambil langkah-langkah untuk penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Sejumlah instruksi telah dikeluarkan Walikota Jayapura, diantaranya terkait pembatasan jam aktivitas masyarakat yang hanya boleh sampai pukul 20.00 WIT.

Selain itu, Pemkot Jayapura sedang berkoordinasi dan merumuskan tata pelaksanaan ibadah Idul Adha untuk umat Muslim di Kota Jayapura.

“Mungkin pengetatannya di Juli ini saja dan kita terus melakukan vaksin untuk warga kota. Instruksi presiden itu hanya sampai pukul lima sore, tapi saya kasihan dengan warga saya yang pedagang dan lainnya sehingga kebijakan sampai pukul delapan malam. Tapi kita akan evaluasi hal ini, ” katanya lagi.

Data Satgas Covid-19 Kot Jayapura Senin 12 Juli 2021 menyebutkan, hingga kini ada 621 pasien yang sedang menjalani perawatan.

Di LPMP Papua sendiri terdapat 178 pasien yang sedang dirawat dengan  213 kumulatif positif, 31 sembuh dan dirujuk empat orang.**