Oleh: Vina Rumbewas I
PAPUAinside. com, WAMENA—Insiden pembakaran gedung perkantoran dan beberapa fasilitas umum di Elelim ibu kota Kabupaten Yalimo, mengakibatkan terjadinya arus pengungsian di beberapa tempat-tempat yang dianggap aman seperti Pos Polisi dan TNI.
Untuk mengantisipasi arus pengungsi dari Yalimo ke Wamena, maka Polres Jayawijaya sejak Selasa (29/6/2021) malam menempatkan satu pleton anggota sekitar 30-50 anggota di Km 48, Distrik Wadangku, perbatasan Wamena- Yalimo.
“Hari ini satu pleton anggota Polres Jayawijaya jaga di perbatasan Jayawijaya dan Yalimo. Hal ini untuk antisipasi warga yang mengungsi ke Wamena,” ungkap Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen, melalui ponse, Rabu (30/06/2021).
Dikatakan hari ini juga akan didrop pasukan dari Polda Papua ke Elelim.
Dikatakan akibat insiden pembakaran fasilitas umum dan perkantoran di Yalimo, maka beberapa titik jalan di Elelim dipalang. Namun untuk jalan dari Wamena ke Elelim masih normal dilalui kendaraan.
“Untuk jalan yang saat ini dilaporkan di tutup di sekitar distrik Abenaho kita belum sampai kesana. Kita antisipasi di perbatasan saja kalau ada warga yang mengungsi hari ini,” ungkap Kapolres.
Saat ini pihak Polres Jayawijaya juga tengah melakukan pengamanan di wilayah Polres Jayawijaya, termasuk Gudang KPU di Wamena.
“Wamena ini kan sentral jadi kita waspadai dampak-dampak lain ke Wamena. Namun jika ada pengungsi dari Elelim kita layani,” pungkasnya.
Diketahui Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk mendiskulifikasi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Yalimo Tahun 2020 Nomor Urut 1 Erdi Dabi dan John Wilil, Selasa (29/6/2021).
MK menyatakan diskualifikasi calon bupati Yalimo Nomor Urut 1, karena tak lagi memenuhi syarat sebagai pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil bupati Yalimo tahun 2020.
Erdi Dabi telah dijatuhi pidana selama 4 bulan dengan ancaman pidana selama 12 tahun berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Jayapura Nomor 500/Pid.Sus/2020/PN.Jap, bertanggal 18 Pebruari 2021.
Putusan MK ini menyebabkan massa pendukung Erdi Dabi dan John Wilil, marah dan membakar sejumlah fasilitas pemerintah di Elelim. **














