Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAInside.com, JAYAPURA—Polemik penunjukan Sekda Papua Sekda Papua Dance Yulian Flassy sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Papua terus menuai kontroversi.
Giliran Alumni Universitas Pertahanan dan Pemerhati dan Pemerintahan Daerah, Habelino Sawaki, SH, MSi (HAN) angkat bicara.
“Kurang elok dan berlebihan, jika ada pihak menuduh Sekda Papua hendak melakukan kudeta terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe,” tegas Habelino, melalui keterangan tertulisnya, Senin (28/6/2021).
Pasalnya, Sekda Papua dalam posisi melaksanakan perintah dari Kemendagri. Mungkin lebih tepat, jika masyarakat mempertanyakan pengangkatan Sekda Papua sebagai Plh. Gubernur Papua kepada pihak Kemendagri.
“Jangan sampai kita membuat hubungan antara Pak Sekda dan Pak Gubernur menjadi kurang harmonis,” tuturnya.
Ia mensinyalir adanya upaya membunuh karakter Sekda Papua serta upaya membuat rusuh Papua, dengan menunggangi dan mendramatisir persoalan.
“Kalau peduli dengan pak Gubernur mengapa tidak bantu dan perhatikan kesehatan pak Gubernur sejak dahulu. Jangan monentum ini dipakai untuk cari muka, cari popularitas demi kekuasaan,” tukasnya.
Oleh karena itu, terangnya, ia mengajak semua pihak memberikan pendidikan politik yang baik untuk rakyat Papua.
“Jika kurang atau tidak adanya komunikasi kita minta Mendagri untuk memberi penjelasan,” ujarnya.
Diketahui Surat Mendagri melalui Dirjen Otda tanggal 24 Juni 2021 tentang penunjukan Sekda Papua Dance Yulian Flassy sebagai Plh. Gubernur Papua. **














