PAPUAInside.com, WONDAMA— Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat George Yarrangga memaparkan langkah-langkah strategis untuk membangun perindustrian dan perdagangan di Papua Barat, untuk mensejahterakan Orang Asli Papua (OAP).
Pemaparan tersebut disampaikan George Yarangga saat kunjungan Gubernur Papua Barat Dominggus Manadacan bersama Billy Gracia Mambrasar, Staf Khusus Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Teluk Wondama, Rabu (16/06/2021).
Dikatakan Yarangga, data Laporan Perekonomian Provinsi Papua Barat dari BI pada November 2020 menunjukkan bahwa perdagangan Papua Barat yang terukur dari net ekspor antar provinsi tercatat negatif, yang artinya Papua Barat lebih banyak menerima barang/jasa dari daerah lain daripada mengirim. Laporan yang sama juga menunjukkan bahwa Provinsi Papua Barat, per November 2020 masih dikatakan provinsi berbasis net impor.
“Apabila sector perindustrian dan perdagangan ini tidak stimulasi untuk bertumbuh, uang keluar dari Provinsi Papua Barat masih lebih banyak dari uang yang masuk. Bila hal ini terus terjadi, maka kesejahteraan di provinsi ini, khususnya yang dirasakan oleh masyarakat Papua, tidak akan terwujud,’’ ujarnya.
George Yarrangga menambahkan bahwa ada beberapa strategi yang harus dilakukan, untuk mendorong percepatan dan pertumbuhan industri yang inklusif, yaitu:
- Memberikan insentif hadirnya Industri besar di Provinsi Papua Barat, dengan kebijakan, atau insentif fiskal lainnya
- Membuat sistem, kebijakan, perangkat hukum yang memfasilitasi kemitraan Industri dan perdagangan besar dan bisnis-bisnis kecil UMKM milik masyarakat Papua, agar kehadiran industri besar tersebut dapat menghidupkan bisnis-bisnis kecil.
- Mendorong pembangunan industri pendukung di daerah, yang dapat memberikan nilai tambah, dan dampak berganda (multiplier effect), yang dapat meningkatkan perputaran uang di Masyarakat Papua Barat
- Tetap menjaga azas lingkungan hidup, serta selektif dalam memilih industri yang masuk, yang tidak merusak lingkungan, dan adat budaya orang asli Papua, tetapi mendorong dan mengangkat harkat dan martabatnya.
Dalam kesempatan tersebut, Stafsus Billy Mambrasar menyampaikan Pesan Presiden Joko Widodo, bahwa pengembangan Industri harus terus didorong untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk Papua dan Papua Barat.
Stafsus Billy Mambrasar menyampaikan bahwa amanah percepatan pembangunan Papua, khususnya melalui percepatan sektor ekonomi tersebut tertuang dalam Inpres No. 9 Tahun 2020. ”Turunan dari Inpres tersebut, adalah rencana aksi, yang berisikan program dan langkah konkrit,” ujarnya. ** (ist)














