Persiapan PSU, Kabaintelkam Komjen Paulus Waterpauw Kunjungi Boven Digoel

Kabaintelkam Polri Komjen Pol Paulus Waterpauw disambut saat baru tiba di Kabupaten Boven Digoel, beberapa waktu lalu. (foto: istimewa)

PAPUAInside.com, JAYAPURA—Kabaintelkam Polri Komjen Pol Paulus Waterpauw mengunjungi Boven Digoel jelang pemilihan suara ulang (PSU) seperti yang diputuskan Mahkamah Konstitusi, Rabu (21/04/2021).

Kunjungan Kabaintelkam Polri ke Boven Digoel untuk memastikan kamtibmas di daerah itu tetap kondusif, termasuk melihat dari dekat persiapan PSU.

Dalam pertemuannya di Mapolres Boven Digoel, Kabaintelkam menyebutkan personel TNI Polri selalu bersiap dan siaga jelang PSU.

“Boven Digoel itu masuk daerah rawan 2, tentu saja penempatan personel TNI Polri dan jajaran Kodim teritorial, serta batalyon harus bersatu padu,” katanya.

Dikatakan, untuk tetap menjaga keamanan, maka peranan perwira pengawas wilayah mengarahkan pada SOP, termasuk jika terjadi hal yang riskan atas kejadian kontijensi dan hal mendesak lainnya.

Komjen Paulus menyebutkan situasi global saat ini sulit untuk ditebak, misalnya saja kejadian di satu daerah ada kaitannya dengan kejadian di daerah lain, ini yang harus diwaspadai. “Kejadian pada satu titik di daerah, bisa tiba-tiba memiliki indikasi atau bisa membuat permasalahan identik dengan daerah lainnya dan ada relevansinya. Misalnya persoalan di Ilaga, Puncak saat ini dengan adanya kekerasan terhadap warga sipil, bisa saja ada kaitannya dengan daerah lainnya di Wamena, Biak atau daerah lainnya dan ini harus diwaspadai,” ujarnya.

Dirinya juga menyebutkan masalah Papua saat ini menjadi atensi bagi pimpinan di pusat termasuk masalah Boven Digoel yang sempat merah dan bisa secepatnya ditangani.

“Pak Jokowi selain memerintahkan saya sebagai Kabaintelkam, namun juga sebagai yang tertua di kepolisian, ikut membantu bertemu para tokoh dan pemimpin di sini (Papua), agar bisa mengingatkan semua pihak untuk bekerja dengan baik dan menjaga tanah Papua untuk kepentingan bersama. Bukan untuk kepentingan kita. Tapi kepentingan anak cucu, masyarakat dan bangsa dan negara,” tegasnya.

Untuk PSU, Komjen Paulus meminta tiga pasang calon kepala daerah di Boven Digoel ini siap menandatangani deklarasi damai yang salah satunya berisi siap terpilih dan siap tidak terpilih. “Jadi bukan siap menang atau kalah. Tapi siap terpilih dan tidak terpilih. Kalimat ini ada faktor energi psikologinya,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Boven Digoel, Yosep Auwonem menjelaskan menindaklanjuti putusan MK yang telah dikeluarkan pada 22 Maret 2021 menyebutkan pelaksanaan PSU di Boven Digoel bermuara pada anggaran yang harus disiapkan pemda.

“Pemda Boven Digoel sejak 2019 hingga 2021 terus terjadi penurunan anggaran pendapatan. Sebelumnya Rp1,3 triliun pada 2019, lalu pada tahun ini tersisa Rp1,1 triliun yang terdiri dari dana transferan bank, DAK, Otsus,” jelasnya.

Yosep menyebutkan nantinya anggaran PSU akan menggunakan dana DAU yang juga untuk membiayai belanja pegawai.

“Anggaran untuk PSU ini akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran kami, sehingga permintaan dari penyelenggara pilkada harus dirasionalkan supaya sesuaikan dengan anggaran di daerah,” ujarnya.

Apalagi dalam penggunaan dana DAK lebih didahulukan belanja monitoring yakni belanja pelayanan dasar, pendidikan dan kesehatan wajib 20 persen dari pendapatan. Lalu belanja infrastruktur 15 persen. **