Oleh: Vina Rumbewas |
PAPUAInside.com,WAMENA – Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen mengatakan pasca hilangnya seorang pria yang diketahui bernama Esman Kogoya di Kali Uwe dan berujung pada pembakaran sebuah rumah di Distrik Wouma, maka jajarannya melakukan langkah antisipasi kemungkinan meluasnya bentrok antar warga dengan menurunkan anggota ke lokasi.
“Kami menurunkan tiga peleton personil Polres Jayawijaya, tentu juga saya berkomunikasi dengan Dandim 1702 Jayawijaya untuk mempersiapkan satu peleton kekuatan di Kodim yang standby di Kodim,” ungkap Rumaropen, Rabu (31/03/21).
Lanjutnya, namun ketika anggota kepolisian turun ke lokasi dengan mengedepankan komunikasi dengan para tokoh masyarakat dari korban yang hilang maka pada pukul 18.00 WIT massa dapat meninggalkan kawasan sungai.
Ia juga mengatakan, untuk menelusuri lebih dalam kasus tersebut kini pihaknya telah mengamankan pacar korban di Polres Jayawijaya, dan dari keterangan saksi bahwa saat korban dan saksi duduk bersama pada pukul 19.00 WIT datang tiga orang tidak dikenal dengan memegang senjata tajam yang langsung menunjukkan reaksi ancaman sehingga korban melarikan diri.
“Jadi ketika mereka mengejar korban pacar korban ini juga melarikan diri dengan pulang ke rumah,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian masih belum mengantongi siapa pelaku, dan ke tiga oknum yang melakukan pengancaman tersebut juga masih dalam tahap penyelidikan, karena kejadian pada malam hari sehingga saksi AW tidak dapat mengenali para pelaku pengancaman.
“AW ini pintu masuk untuk kita kembangkan penyelidikan apa modus dan latar belakang dari para pelaku untuk melakukan pengancaman,” bebernya.
Lanjut Kapolres upaya pencarian korban tentu bukan hanya dilakukan pihak keluarga namun semua warga sekitar Kali Uwe, Tim Basarnas, serta kepolsian juga melakukan pencarian.
Sementara itu Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan bahwa selaku pemerintah daerah pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya penyelesaian masalah tersebut kepada pihak kepolisian.
Dirinya juga menegaskan tidak ada perang antar suku seperti yang beredar di luar Wamena, menurutnya berkumpulnya masa di sekitaran Kali Uwe Wouma untuk mencari korban yang merupakan keluarganya.
“Jadi tidak ada pertikaian, itu hanya masa yang mencari jenasah keluarganya yang diduga hanyut di kali Wouma, jadi mereka sudah ijin ke pihak kepolisian. Jadi tidak ada petikaian,” ungkapnya.
Tambah bupati, dirinya bahkan berada di sekitaran Wouma hingga pukul 19.00 WIT sehingga tidak ada kejadian yang menonjol sore kemarin.
“Kebetulan di Wouma kita sudah bangun pos keamanan yang kini ditempati aparat dari satuan brimob, sehingga cukup membantu pengamanan di sana,” pungkasnya. **














