PAPUAInside.com, JAYAPURA— Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional pasca Covid-19 dan untuk mendukung tumbuh kembang pariwisata di Timur Indonesia, Stafsus Presiden asal Papua Billy Mambrasar akan membangun pusat belajar atau Informal Learning Center (ILC) di Papua.
Pembangunan pusat belajar informal ini sesuai dengan Inpres nomor 9 tahun 2020 tentang percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.
Billy Mambrasar dalam rilis yang diterima PAPUAInside.com, Kamis (18/03/2021) menuliskan pembangunan ini mendapat dukungan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di 10 titik yang juga merupakan 10 kawasan strategis pariwisata di Papua.
“Problem saat ini adalah Papua tidak memiliki daya tarik sebesar pulau lain seperti Jawa, dan saat ini kita ingin membangun infrastruktur seperti sekolah dan sebagainya, melaksanakan juga program pembangunan di Papua dan Papua Barat, pengembangan pusat usaha berbentuk informal untuk melakukan pemulihan dan wawasan pariwisata, mengembangkan pendidikan non formal melalui Yayasan Kitong Bisa untuk wawasan investasi pariwisata,” ujar Billy Mambrasar dalam webinar kerjasama BKPM RI dan Papua Muda Inspiratif.
Apalagi saat ini kata Billy, Papua memiliki generasi emas dan sangat siap dalam berbisnis. “Milenial Papua sudah mulai berbisnis dengan inisiatif mereka sendiri, seperti bisnis pariwisata mereka memiliki pengetahuan untuk bidang tersebut,’’ jelasnya.
Dikatakan, untuk memanfaatkan kesiapsediaan milenial saat ini, pemerintah daerah harus turun tangan dan memaksimalkan support yang diberikan ke milenial agar milenial berani untuk terus berjuang. “Dukungan yang sudah diberikan luar biasa oleh pemerintah pusat dalam berbagai program harus terus disambut baik oleh pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi milenial,’’ tegasnya.
Membangun skill pariwisata tentunya membutuhkan skill entrepreneurship. Oleh karena itu, program kerjasama ini ditujukan untuk membangun dan membentuk milenial Papua agar mendapatkan wadah investasi.
Sebelumnya Billy Mambrasar telah menyepakati kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membentuk pusat belajar informal tersebut. Selain program ini, ada juga 3 program lain yang sedang dikerjakan, yaitu: Petani Milenial, Papua Youth Creative Hub, dan Manajemen Talenta Papua. **














