Paulus Waterpauw Santuni Anak Yatim saat Kunjungan Pertamanya sebagai Kabaintelkam Polri

Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Paulus Waterpauw memberikan santunan kepada perwakilan anak yatim di Masjid Baiturrahim, Kota Jayapura. (Foto: Faisal Narwawan/Papuainside.com)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw berkesempatan melakukan tatap muka bersama para tokoh agama, pimpinan pondok pesantren dan anak yatim di Masjid Raya Baiturrahim, Kota Jayapura, Selasa (09/03/2021).

Dalam kunjungan pertamanya sebagai  kabaintelkam Polri  tersebut, Paulus Waterpauw berbagi tali kasih kepada puluhan anak yatim, baik  utusan Masjid Raya Baiturrahim sebanyak 13 anak,  utusan Muslim Wamena Angkasa 28 anak dan Ponpes Hidayatullah 28 anak.

Dalam kesempatan itu, Paulus Waterpauw berpesan, agar anak-anak yatim yang hadir serius dalam belajar.

Ia mengharapkan generasi dari mereka juga nantinya dapat menduduki jabatan seperti yang ia emban saat ini.

“Anak-anak belajar baik, besok-besok ada yang jadi seperti bapak,” ucap Waterpauw, kontan disambut teriakan amin dari para hadirin.

Disampaikannya, pada 2021 Polda Papua membuka penerimaan Bintara Polisi sebanyak 2.000 orang.

Penerimaan ini juga diharapkan menjadi tujuan para Santri yang telah menyelesaikan pendidikannya.

Menurutnya, santri sudah siap mental dan memiliki kekuatan jiwa, sehingga bisa diharapkan siap mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui kepolisian.

Ia lantas mengatakan, jabatan yang dipercayakan kepadanya saat ini juga berkat doa pemimpin umat dan doa dari umat di Papua serta dukungan dan dorongan kuat dari semua pihak.

“Mendapatkan amanah, kepercayaan ini  tidak mudah, harus kerja keras dan didukung doa semua umat. Saya mau katakan doa sangat luar biasa, sehingga kami bisa seperti ini,” ucap Waterpauw.

Sebagai sosok yang lahir besar di lingkungan muslim dengan kebhinekaan yang luar biasa, Waterpauw mengaku sudah tak asing dengan masjid.

“Kita sudah terbiasa sejak kecil dulu di Fak-fak, saya berharap hal ini tetap terjaga. Saya pamit tinggalkan Papua dan saya titip yang pertama, soal kebijakan bapak presiden dalam menangani Covid-19 harus serius, kedua soal kebijakan PPKM Mikro yang penerapannya bersatu dan tangani sampai wilayah terkecil yang juga dibarengi dengan vaksin,” ungkapnya.

Ketua MUI Provinsi Papua KH. Syaiful Islam Al Payage, dalam kesempatan itu mengutarakan apresiasi tingginya kepada Komjen Paulus Waterpauw.

Ia mengharapkan hubungan kekeluargaan yang ada bisa tetap terjaga hingga nanti, meskipun Komjen Pol. Paulus Waterpauw sudah tinggalkan Papua.

“Apa yang dilakukan Pak Paulus Waterpauw ini sangat luar biasa. Konsep dalam bernegara itu ada dua yakni hubungan dengan Allah dan juga jalin hubungan dengan manusia, konsep ini diterapkan pak Komjen yang patut dicontoh. Semoga ini menjadi kebaikan yang terus mengalir,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan  KH. Abdul Kahar Yelepe, selaku Ketua Pengurus Masjid Raya Baiturrahim, ia memberikan apresiasi kepada ‘Kaka Besar’ Paulus Waterpauw.

“Ini bagian kehormatan bagi umat Islam di Tanah Papua, karena kaka Besar bisa hadir di sini.  Beliau naik bintang III, ini juga kebangaan seluruh umat di Papua. Tapi  ada rasa kehilangan kaka, ada rasa kehilangan saudara yang tidak pernah memandang perbedaan,  suku, agama dan ras. Beliau yang tegas  dan mampu menyelesaikan konflik di tanah Papua. beliau sosok figur orang Papua yang terbaik. Kami sampaikan doa dan dukung kegiatan kepolisian dalam rangka Papua tanah damai,” tutup Kahar. **