Jenazah Tukang Ojek Korban Penusukan di Ilaga Diterbangkan ke Makassar

Peti jenazah Rusman saat dimasukkan ke pesawat di Bandara Aminggaru Ilaga, Rabu (10/02/2021). (Foto: Diskominfo Puncak)

Oleh: Nethy DS|

PAPUAInside.com, JAYAPURA— Jenazah Rusman (40) tukang ojek di Ilaga yang menjadi korban pembunuhan pada Selasa (09/02/2021) di Ilaga diterbangkan ke Makassar Rabu (10/02/2021) melalui Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika.

Mayat Rusman ditemukan warga tergelatak di pinggir jalan arah ke Kampung Tuanggi Distrik Ilaga, Selasa (09/02/2021) selanjutnya di laporkan ke Polres Puncak.

Bupati Puncak Willem Wandik SE MSi menengok bayi anak Usman tukang ojek yang dibunuh, sebelum terbang ke Timika. (foto: Humas Diskominfo)

‘’Mayat sudah diterbangkan ke Timika dan lanjut ke Makassar untuk dibawa ke kampung halamannya,’’ jelas Kapolres Puncak AKBP Dicky H.Saragih di Ilaga, Rabu (10/02/2021).

Sebelum meninggal dunia, Rusman diduga dianiayai dengan adanya  dua luka tusukan, pada bagian punggung kiri dan bahu kiri. ‘’Dari hasil penyelidikan semalam, korban dikeroyok sekitar 6 orang di sekitar jalan ke arah Kampung Tuanggi,’’ jelas Kapolres.

Setiap harinya Rusman adalah tukang ojek dan tinggal bersama istri dan anaknya yang masih bayi.

Menurut Kapolres, laporan penemuan mayat diterima sekitar pukul 18.30 WIT, selanjutnya penyidik menuju ke lokasi untuk mengambil jenazah.

‘’Hari selasa kemarin 9 Februari 2021 jam 18.30 WIT kita dapat laporan bahwa ada jenazah tukang ojek di pinggir jalan arah Kampung Tuanggi Distrik Ilaga, saya lalu perintahkan Reskrim ke TKP untuk mengambil mayat,’’ terangnya.

Petugas menemukan jenazah tergeletak di pinggir jalan, dan selanjutnya di evakuasi ke Puskesmas Ilaga untuk diperiksa.

‘’Dan ditemukan dua tusukan di tubuh korban, satu di punggung kiri dan satunya lagi di bahu kiri,’’ jelasnya lagi.

Saat ini kata Kapolres, tim penyidik melakukan olah TKP dan pelakunya masih dalam penyelidikan. Barang-barang yang digunakan korban seperti baju, sepatu, celana dan jacket korban dijadikan barang bukti.

Pengiriman jenazah ke kampung halaman, menurut Ramli pengurus Kerukunan Bugis Makssar di Ilaga atas pemintaan orang tua. ”Jenazah kita kirim ke Makassar karena orang tuanya minta dikirim ke sana,” jelasnya.

Ramli mengatakan korban kemungkinan di bunuh setelah jam 5 sore karena teman-temannya masih melihat korban pada jam 5 sore, sebelum kembali ke rumahnya. ”Mungkin saat akan kembali ke rumah masih ada penumpang yang diantar, ya mungkin disitulah kejadiannya,” jelasnya.

Bupati Puncak Willem Wandik SE, MSI hadir di Bandara Aminggaru mengantar keberangkatan jenazah korban didampingi istri dan anaknya.

Atas kejadian ini, Bupati mengimbau warga untuk selalu waspada karena pelaku menyerang dengan senjata tajam. ‘’Kalau selama ini kita dengar korban diserang dengan senjata api tetapi sekarang korban diserang menggunakan senjata tajam,’’ jelas Bupati Wandik.

Terkait peristiwa tersebut, Kapolres Puncak menegaskan aparat meningkatkan patroli dan sweeping senjata tajam kepada siapa saja yang masuk ke Kota Ilaga. **