Image  

Nama dan Logo Baru Toli FC Resmi Dilaunching

Launching nama dan logo baru Toli FC di Grand Allison Hotel, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (09/11/2020). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.com)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Persitoli Tolikara anggota PSSI resmi berganti nama menjadi Toli FC. Nama dan logo baru Toli FC dilaunching di Grand Allison Hotel, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (09/11/2020).

Turut hadir Ketua Umum Toli FC Usman G Wanimbo, Wakil Ketua Asprov PSSI Papua Rocky Bebena, Ketua Harian KONI Tolikara Samuel Kogoya, Ketua Panitia Emanuel Gurik, pengurus Toli FC dan komunitas sepakbola Tolikara.

Usman G Wanimbo yang juga Bupati Tolikara mengatakan, launching nama dan logo baru Toli FC merupakan bagian dari penataan organisasi dan manajemen Toli FC, untuk ikut kompetisi Liga III PSSI mendatang.

Dikatakan pihaknya telah melakukan  perubahan dari Persitoli ke Toli FC, penetapan logo dan merumuskan AD/ART Toli FC. Selanjutnya akan dibuat akte notaris, kemudian meneruskan ke Asprov PSSI Papua, lalu  dilanjutkah ke PSSI Pusat, untuk disahkan dan diterbitkan Surat Keputusan (SK).

Menurutnya, nama Persitoli didirikan pada saat pemerintahan kabupaten Tolikara dibentuk tahun 2003 silam. Perubahan nama Persitoli Tolikara menjadi Toli FC merupakan kesepakatan bersama antara masyarakat dan pemerintah daerah Tolikara, yang menginginkan sebuah nama sesuai kearifan lokal.

Logo baru Toli FC merupakan perpaduan kearifan lokal di wilayah Tolikara, meliputi gambar burung Waleman atau Walet dan obor. Didominasi warna bulu burung Waleman yakni  biru dan putih.

Menurutnya, Waleman adalah sebuah burung yang hidup di wilayah Tolikara. Waleman memiliki bulu warna biru di bagian depan warna putih. Burung Waleman memiliki pergerakan, kecepatan, ketajaman, kelincahan dan kekompakan.

Burung Waleman melakukan aktivitas secara bersama-sama, baik makan minum, berkicau, bergantungan diatas pohon maupun terbang. Kalau ada gerak atau bunyi sesuatu dia langsung terbang dan menghilang serentak.  Sehingga susah untuk ditangkap manusia.

“Jadi Waleman ini bagaikan sebuah tim sepakbola, sehingga kita memberi julukan Waleman The Blues bagi Toli FC,” terangnya.

Sedangkan obor melambangkan cahaya atau suka cita. Sebuah peristiwa waktu Injil masuk di Tolikara terjadi sesuatu dari gelap ke terang.

Setelah launching nama dan logo baru Toli FC, ujarnya, pihaknya  akan digelar pemilihan pengurus baru Toli FC secara resmi dan profesional dalam forum musyawarah pengurus.

Ia juga berharap Toli FC ini akan menjadi sebuah organisasi sepakbola profesional satu dua tahun kedepan.

“Kita semua harus berusaha untuk bagaimana Toli FC ini masuk dalam liga profesional. Kita semua masyarakat, pemerintah di Papua kita mendukung, agar Toli FC menjadi adik dari Persipura  Jayapura dan ikut jejak Persipura,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihak akan terus berupaya mendorong tim sepakbola putra dan putri Tolikara, untuk berprestasi baik level nasional maupun internasional.

Persipura Tolikara kini ikut liga I putri Indonesia. Sementara, Toli FC naik turun sebelumnya ada di liga I  terus turun lagi liga II  terus turun lagi  di liga III.

Sementara itu, Wakil Ketua Asprov PSSI Papua Rocky Bebena menyampaikan terima kasih atas perubahan nama dan logo Toli FC. Selanjutnya ia akan membantu proses administrasi. Bahkan lebih baik lagi kalau Toli FC sudah punya Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di Kemenkumham.

“Supaya besok jangan ada yang bajak- bajak lagi logo dan nama Toli FC. Jadi keabsahan itu lebih sah. Jadi jangan sampai ada yang mengatakan saya yang duluan. Jadi secara hukum Toli FC tak hanya terdaftar di Federasi PSSI, tapi HAKI juga diakui,” ucapnya.

Ia pun  menyarankan kepada pengurus FC Toli yang baru, agar  bisa menyampaikan surat secara resmi kepada Asprov PSSI Papua, sehingga nanti pihaknya juga akan menyampaikan kepada PSSI pusat, karena Persitoli Tolikara sementara terdaftar resmi sebagai anggota PSSI sah,” ungkapnya.

Dikatakan, pengesahan perubahan nama dan logo itu  akan disahkan di kongres tahunan PSSI. Kongres tahunan PSSI itu biasa digelar di awal tahun, tapi agenda kongres itu satu bulan sebelum kongres itu sudah harus masuk.

Oleh karena itu, katanya, pihaknya mengharapkan proses suratnya sudah bisa sehingga nanti Asprov PSSI Papua menindaklanjuti, karena biasanya awal Desember itu PSSI sudah menyampaikan konsep kongres dan juga agenda yang mau dibahas.

“Jadi tepat sekali kalau hari ini Toli FC sudah dilaunching ya paling tidak tanggal 9 Desember kita sudah masukan itu dalam agenda kongres tahunan pada awal Januari 2021,” terangnya.

Diketahui, Asprov PSSI Papua mempunyai 34 anggota  yang ada di liga III. Kemudian ada 2 anggota PSSI di liga II dan satu anggota di liga I. **