Dinilai tidak Laksanakan Tugas, Warga Asolokobal Minta Bupati Ganti Kepala Distrik

Puluhan warga Distrik Asolokobal saat mendatangi gedung Otonom Pemda Jayawijaya.(Foto: Vina Rumbewas)

Oleh : Vina Rumbewas |

PAPUAInside.com, WAMENA – Puluhan warga dari Distrik Asolokobal mendatangi gedung Otonom Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Senin (02/11/2020).

Kedatangan warga ini menuntut agar Bupati Jayawijaya segera melakukan pergantian terhadap kepala distrik yang dinilai selama ini tidak melaksanakan tugas dengan baik.

“Semenjak yang bersangkutan menjabat sebagai kepala distrik tidak ada perubahan. Dana desa yang selama ini dicairkan dari pemda tidak ada realisasinya, akhirnya tidak ada pembangunan di sembilan kampung,” ungkap Herdinus Asso Koordinator Aksi.

Kepala distrik juga dinilai tidak pernah menjalankan tugas (masuk kantor) sejak masih kepemimpinan bupati lama Wempi Wetipo. Kantor distrik yang merupakan wadah pemerintahan ditingkat distrik dibiarkan kosong. “Jadi sudah lima tahun tidak ada aktifitas, kami masyarakat merasa benar-benar dikorbankan sebagai,” katanya.

Untuk meminta pergantian kepala distrik ini menurut Herdinus dirinya bersama pemuka kaum intelektual lainnya serta masyarakat telah melakukan evaluasi bersama.

“Kami minta ganti kepala distrik, kalau bisa ada definitive. Ada dua orang yang telah dipilih yang dinilai punya kemampuan untuk menjabat sebagai kepala distrik dan itu bukan kami yang pilih tapi masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dari spanduk yang dibawa, warga juga meminta pemerintah melakukan audit terhadap keuangan Distrik Asolokobal.

Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua yang menerima langsung aspirasi warga Asolokobal, kepada wartawan mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi, namun dirinya berharap ini murni tuntutan masyarakat.

“Saya harap aspirasi yang disampaikan murni bukan kepentingan,” katanya.

Lanjutnya, pemerintah akan segera melakukan rapat, mengingat pemerintah juga akan melakukan pengisian beberapa posisi kepala OPD yang selama ini kosong.

“Kami sudah terima dua nama usulan dan tidak akan keluar dari nama itu. Kami tidak lihat politik tapi anak daerah yang lihat, kami upayakan anak daerah kembali membangun daerahnya,” pungkas Banua. **