Satgas Pamtas RI-PNG Beri Bimbingan Belajar kepada Anak-Anak di Kampung Yuwainda, Keerom

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 100/PS Pos Karang memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak di di kampung Yuwainda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom. (Foto: Dok/Pendam XVII/Cenderawasih)

Oleh: Pendam XVII/Cenderawasih  I

PAPUAinside.com, KEEROM–Satgas Pamtas RI-Papua New Guinea (PNG) Yonif Raider 100/PS Pos Karang memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak di Kampung Yuwainda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom,  Provinsi Papua, Kamis (29/10/2020).

Pelaksanaan bimbingan belajar yang dipimpin Wadan Pos Karang, Serda Boy Halomoan Purba beserta 5 orang anggotanya, yaitu memberikan pembelajaran tentang dasar Matematika dan Wawasan Kebangsaan.

Pratu Khairul Azhari anggota dari Pos Karang sebagai guru bimbingan belajar, dengan ikhlas dan tulus memberikan materi kepada anak-anak tersebut.

Anak- anak kampung Yuwainda sangat antusias mendengarkan dan mengikuti kegiatan bimbingan belajar yang diajarkan Pratu Khairul Azhari.

Boy Halomoan Purba, menyampaikan kepada anak- anak di kampung Yuwainda untuk rajin belajar, agar menjadi anak generasi penerus bangsa yang berguna di kemudian hari. “Anak-anak jangan sungkan datang ke Pos Karang, bila ingin  belajar,” katanya.

Dikatakan, masyarakat kampung Yuwainda mengucapkan terimakasih atas kedatangan Anggota Pos Karang, yang sudah mengajarkan anak-anak kami supaya mereka lebih pintar dan rajin belajar, agar menjadi anak yang sukses kedepannya.

Dansatgas Yonif Raider 100/PS, Mayor Inf M Zia Ulhaq mengatakan, bahwa kegiatan bimbingan belajar ini adalah program unggulan dari Satgas Yonif Raider 100/PS.

Selain tugas pokok, dengan dilandasi rasa kemanusiaan dalam situasi pandemi Covid-19 ini yang mengharuskan anak-anak belajar online atau daring.

“Anak-anak sekolah di perbatasan, khususnya yang Kampungnya belum terjangkau signal internet tentunya sangat kesulitan. Kami tak mau hal ini menjadi penghambat anak-anak, untuk mendapatkan pendidikan, Apalagi keterbatasan ekonomi yang dialami saudara kita ini sehingga tak mampu membeli paket internet apalagi hand phone,” ungkapnya. **

Editor: Makawaru da Cunha