Penting Menanamkan Rasa Bela Negara bagi Pemuda

Sosialisasi peningkatan kesadaran Bela Negara dan Ketahanan Ideologi Negara Republik Indonesia, yang berlangsung di Hotel Grand Sartika Wamena (Foto: Satter Kodim 1702 / Jayawijaya)

Oleh: Vina Rumbewas |

PAPUAInside.com, WAMENA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jayawijaya menggelar sosialisasi peningkatan kesadaran Bela Negara dan Ketahanan Ideologi Negara Republik Indonesia dengan tema “Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Dalam Bingkai NKRI”, yang berlangsung di Aula Hotel Grand Sartika Wamena, Selasa (27/10/2020).

Bupati Jayawijaya yang diwakili Pelaksana Tugas Sekda Jayawijay, Tinggal Wusono, disela-sela pembukaan menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan dalam upaya memperoleh Ketahanan Bangsa yang dijiwai kecintaan pada tanah air serta mengamalkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Sehingga dengan demikian akan memiliki keyakinan hak dan tanggung jawab sebagai warga negara yang rela berkorban untuk membela bangsa dan negara,” ungkapnya.

Ia berharap, para peserta sosialisasi dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya sehingga bisa menerapkan dan bersama-sama mensosialisasikan kembali kepada kalangan masyarakat yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kabupaten Jayawijaya, Yacob Yogobi, mengatakan pelaksanaan kegiatan ini untuk mengantisipasi berbagai kerawanan ideologi dan wawasan kebangsaan sebagai akibat pengaruh globalisasi yang ditandai semakin menurunnya rasa kebangsaan dan cinta tanah air dikalangan masyarakat pada umumnya.

“Sosialisasi ini sebagai upaya untuk memasyarakatkan program peningkatan kesadaran bela negara dan ketahanan ideologi negara Republik Indonesia agar dapat di pahami dan di hayati secara utuh oleh masyarakat secara luas,” ungkapnya.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, Pasiter Kodim 1702/Jayawijaya Kapten Inf Aprin Paembonan, yang menyampaikan materi tentang Bela Negara.

“Bela Negara adalah salah satu konsep yang dapat dijabarkan ke dalam perwujudan semangat patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen dari negara dalam rangka mempertahankan eksistensi negara,” paparnya.

Ia juga menambahkan, secara fisik, hal ini dapat diartikan sebagai usaha pertahanan menghadapi serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara Sedangkan secara non-fisik konsep ini diartikan sebagai upaya untuk ikut serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosial maupun peningkatan kesejahteraan segenap rakyat atau warga negara.

Kesadaran bela negara itu pada hakikatnya adalah _kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.

“Unsur Dasar Bela Negara antara lain, Cinta Tanah Air, Kesadaran Berbangsa & bernegara, yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal bela negara,” jelasnya.

Hadir dalam kegiatan ini para tokoh pemuda Jayawijaya, mahasiswa, LSM, dan para Tokoh Masyarakat.

Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. **