Oleh: Faisal Narwawan|
PAPUAinside.com, JAYAPURA – Keluarga besar KPU Papua bersama Bawaslu Papua memberikan penghormatan terakhir kepada Hendri Jovinski (24) saat jenazahnya tiba di Bandara Sentani, Rabu (12/08/2020).
Anggota KPU Papua beserta staf dan Bawaslu menyambut kedatangan jenazah Hendri yang diterbangkan menggunakan pesawat Samrat Air dari Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo, dan tiba pukul 11.30 WIT.
Mereka sudah menunggu jenazah almarhum Hendri di Bandara Sentani sejak pagi hari.
Sesaat setelah tiba, jenazah kemudian dibawa ke Masjid Al Aqsa Sentani untuk disalatkan sebelum diterbangkan ke kampung halamannya. Selanjutnya, dilakukan penghormatan terakhir oleh seluruh staff dan anggota KPU sebelum peti jenazah di masukkan ke dalam pesawat.

Korban diterbangkan dari Bandara Sentani menggunakan Maskapai Garuda menuju Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah melalui Jakarta pada pukul 14.00 WIT.
Komisioner KPU Papua, Fransiskus Antonius Letsoin, yang ditemui di Bandara Sentani menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Hendri Jovinski.
Ia mengungkapkan bahwa KPU Papua merasa sangat terpukul karena salah satu petugas KPU meninggal dengan cara dibunuh.
“Kami menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya staff KPU Yahukimo ini,” katanya kepada wartawan di Sentani, Rabu (12/08/2020) siang.
Fransiskus mengatakan bahwa yang ia tahu korban merupakan pegawai baru di KPU Yahukimo. Korban dilantik menjadi ASN pada bulan Juni dan ditempatkan di KPU Kabupaten Yahukimo.
“Almarhum ini dilantik menjadi ASN pada bulan Juni kemarin, dia baru dua bulan menjalankan tugasnya disana,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, almarhum Hendri Jovinski (24) yang merupakan Staf KPU Kabupaten Yahukimo dibunuh orang tak dikenal (OTK).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH dalam keterangan persnya mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.20 WIT bertempat di Jembatan Brasa Kecil (Kali Teh) Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo, Selasa (11/08/2020).
Awalnya korban bersama saksi atas nama Kenang Mohi (35) yang juga staf KPU melaju dari arah Kantor KPU menuju rumah saksi di Jalan Gunung tepatnya di sekitar Kali Teh untuk mengantar obat.
Korban saat itu dibonceng oleh saksi. Setelah melintasi Jalan Gunung, tepat di atas Jembatan Kali Teh, keduanya dihadang oleh seorang pria yang bercelana loreng dan berambut gimbal memegang dua pisau/sangkur.
Pelaku menuju kearah belakang korban (korban diatas sepeda motor) dan langsung menusuk bagian punggung korban.
disampaikan seketika itu teman-teman pelaku datang dari arah kali jembatan sambil memegang satu buah sangkur dan langsung menusuk korban di bagian leher. Selanjutnya para pelaku melarikan diri.**














