Ini Harga Rapid Tes dan Prosedur Calon Penumpang yang Hendak ke Wamena

Bupati Jayawijaya Jhon R Banua. (foto: Vina Rumbewas)

Oleh: Vina Rumbewas |

PAPUAInside.com,WAMENA – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memberlakukan rapid tes berbayar bagi setiap penumpang yang hendak ke Wamena menggunakan pesawat terbang. Harga yang dikenakan sebesar Rp 250 ribu per orang.

Para calon penumpang pun diharuskan melakukan rapid tes di posko kesehatan gabungan pemda Jayawijaya yang telah disediakan di sekitaran Bandara Sentani, Jayapura.

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan harga tersebut sudah cukup murah jika dibandingkan harga pemeriksaan rapid tes yang dipatok beberapa pihak.

“Posko Gabungan perwakilan Jayawijaya rapid tes itu tarifnya Rp250.000, hari ini masih dibawah, dan penempatan tim kesehatan agar lebih safety masuk ke Wamena,” ungkapnya, Selasa (11/08/2020)

Ia juga mengatakan, semua warga yang ingin masuk ke Wamena, harus melalui Jayapura seperti dari Timika -Wamena, Biak –Wamena, atau Merauke – Wamena, semua harus melalui Jayapura.

Lanjutnya, sebelum dibuka posko di Bandara Sentani, warga yang ingin ke Wamena harus melakukan rapid tes dan itu dibayar dengan harga berkisar Rp 350 ribu.

Sehingga dengan pembuatan posko tim kesehatan gabungan ini agar pembiayaannya lebih terkontrol dengan harga yang lebih wajar, tentunya dengan catatan jika calon penumpang tersebut reaktif maka tidak diijinkan atau tidak diberangkatkan ke Wamena.

“Kita tidak akan memberikan hasil rapid tes yang palsu kepada orang, dan rincian pembiayaan Rp250 ribu ini untuk pembelian alat rapid tes Rp 150 ribu, dan Rp 100 ribu untuk pembelian jarum suntik, sarung tangan, dan APD lainnya,” jelas Banua.

Masih lanjut Banua, pemeriksaan rapid tes yang selama ini dilakukan di Wamena semuanya gratis tanpa melihat KTP yang bersangkutan, namun untuk rapid tes di posko kesehatan gabungan Jayawijaya yang ada di Sentani tetap berbayar.

Pemberlakuan berbayar ini dikarenakan dana bantuan dari Asosiasi Bupati Sepegunungan Tengah telah habis digunakan untuk penanganan Covid-19, apalagi tidak semua bupati ikut menyumbang.

Sehingga diberlakukan pembayaran bagi penumpang yang ingin ke Wamena, dan dari hasil itu akan kembali digunakan untuk membeli perelatan rapid tes.

Sedangkan untuk alurnya sendiri, warga diminta membeli tiket sebelum melakukan rapid tes, hal ini untuk meminimalisir jeda waktu sebelum keberangkatan.

“Kalau dilakukan rapid 3 atau 4 hari sebelum seorang penumpang berangkat tidak menutup kemungkinan penumpang tersbut bisa terkontaminasi dengan orang yang positif. Sehingga kami minta yang benar-benar sudah pasti berangkat atau memiliki tiket, sehari sebelum berangkat lakukan rapid tes,” paparnya.

Tambah Banua, jika nanti ada calon penumpang yang sudah memiliki tiket dan melakukan rapid tes dan hasilnya reaktif maka pemda petugas milik pemda akan berkoordinasi dengan maskapai untuk memberikan toleransi seperti menjadwalkan ulang penerbangan yang bersangkutan atau uang tiketnya dikembalikan. **