Rapid Test Massal di Kota Jayapura akan Dihentikan

Wali Kota Jayapura DR Drs Benhur Tomi Mano. (foto; Humas Kota Jayapura)

Oleh : Faisal Narwawan|

PAPUAinside.com, JAYAPURA – Pemerintah kota Jayapura berencana menghentikan rapid test massal di kota Jayapura.

“Saya sudah perintahkan kepada Ketua Tim Gugus Tugas Covid Kota Jayapura dan Dinas Kesehatan kota untuk stop lakukan rapid test di wilayah Kota Jayapura, stop lakukan rapid tes massal, masif di Kota Jayapura,” ujar Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano.

Disampaikan, rapid test massal yang terus dilakukan selama ini berdampak bagi jumlah kasus yang terus meningkat. “Karena kita aktif rapid, angka kasus Covid di Kota Jayapura terus naik, terus meningkat.  Awalnya tujuan saya, kita cepat dapati yang positif, kita cepat tangani secara medis sehingga cepat juga sembuh. Kabupten lain tidak melakukan apa yang Kota Jayapura lakukan. Mereka di zona hijau, mereka puluhan tapi kita ribuan, karena kita terus tes massal,” ucap BTM lagi.

Tak hanya itu, Walikota BTM juga berencana tak lagi menyewa Sahid Hotel sebagai tempat perawatan pasien Covid. “Satu bulan 1,3 Miliar itu baru bayar hotel,” ucapnya.

Pernyataan tersebut dikeluarkan mengingat Pemerintah Kota Jayapura saat ini sudah kewalahan menghadapi pandemi Covid. “Dana kita terkuras habis, Kalau ada yang sakit ditangani 13 puskesmas, Isolasi mandiri. Ikuti perintah saya, ikuti perintah saya, kalau ada yang positif isolasi mandiri di rumah,” tegas BTM.

Namun, pihaknya tetap akan melakukan tracing di tengah masyarakat.

“Kalau tidak ada bantuan dari pemerintah provinsi yang kita ajukan 19 Miliar, tidak disetujui maka kita stop. Dana kita bukan saja untuk covid tapi ada ekonomi,  infrastruktur butuh dana juga,” katanya lagi.

Ia pun mengingatkan seluruh masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah diterapkan. “Pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan. Ketua RW, paguyuban, MUI dan semua pihak bantu pemerintah, bantu sosialisasi ke warga untuk ikuti protokol kesehatan dengan ketat,” tutupnya. **