Oleh : Vina Rumbewas |
PAPUAInside.com,WAMENA – Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua bersama pemerintah Jayawijaya dalam waktu dekat akan mendirikan pos di daerah perbatasan antara kabupaten Jayawijaya dan Yalimo.
Pos yang akan dibangun di Distrik Wosi ini nantinya akan ditempatkan personil keamanan dari TNI/Polri. Selain itu juga akan ditempatkan petugas kesehatan yang nantinya bertugas melakukan rapid tes bagi setiap warga dari kabupaten Yalimo yang hendak masuk ke Jayawijaya.
Ini sebagai langkah dan upaya asosiasi bersama pemerintah daerah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang mulai mewabah di wilayah peguteng.

“Pos Wosi di Distrik Wosi ini berhubungan langsung ke Yalimo dan Jayapura. Dari pantauan kami di lapangan memang di sini ada adik-adik relawan yang menjaga batas ini, dan banyak mobil yang keluar masuk tapi selalu menyatakan itu dari Yalimo,” ungkap Befa Yigibalom, Ketua Asosiasi Bupati Sepegunungan Tengah, saat melihat pos di distrik Wosi, Rabu (15/07/2020).
Menurut Befa, setelah dibuka pos ini petugas kesehatan wajib melakukan rapid tes bagi semua warga dari Elelim karena bisa saja warga tersebut berasal dari Jayapura, apalagi saat ini berdasarkan informasi arus lalu lintas barang dan orang dari Jayapura-Elelim cukup lancar.
“Ini sebagai langkah-langkah untuk kita meminimalisir masuknya wabah ini (covid-19) ke pegunungan, dan pembatasan besar-besaran ini kemungkinan sampai desember,” katanya.
Tambah Befa, didirikannya pos antar kabupaten Yalimo dan Jayawijaya mengingat Jayapura kini menjadi daerah merah penyebaran Covid-19. Sehingga harus benar-benar dipastikan warga yang masuk dari Jayapura ke peguteng harus memiliki dokumen lengkap, meski demikian pemda tetap akan melakukan rapid tes ulang.
Dirinya meminta setiap kabupaten di wilayah peguteng seperti Puncak Jaya, Tolikara, Mamberamo Tengah, Yalimo dan Yahukimo untuk melakukan rapid tes di setiap perbatasan daerah masing-masing, karena menurutnya jika ingin daerah masing-masing aman maka harus dihalau dengan pengadaan rapid tes bagi warga yang melintas antar kabupaten.
“Saya harap asosiasi bersatu. Periksa itu penting bukan aib, karena sudah banyak yang sudah diperiksa dan positif namun melarikan diri. Kami bupati saja diperiksa kok, lebih baik tiap minggu saya diperiksa dari pada kita tidak tahu virus sudah ada di dalam tubuh kita. Jadi lebih baik masyarakat dengar-dengaran,” paparnya.
Direncanakan, pembukaan lalu lintas orang dan barang antar Yalimo-Jayawijaya akan diberlakukan tiga kali dalam seminggu, namun kesempatan ini masih akan dibicarakan kembali dalam rapat ke dua Kamis (16/07/2020) besok bersama seluruh bupati pegunungan tengah. “Demi kepentingan kita bersama maka semua yang datang dari Elelim ke Jayawijaya wajib diperiksa, tapi kalau ada niat baik pemerintah Yalimo untuk palang lagi di pintu Jayapura-Yalimo itu lebih baik,” pungkasnya.
Dalam kesempatan kunjungan ke Pos Wosi pemerintah Jayawijaya dan Bupati Befa secara pribadi memberikan bantuan bagi relawan yang selama ini menjaga pos perlintasan di Distrik Wosi-Jayawijaya. **
*














