Oleh: Faisal Narwawan|
PAPUAinside.com, JAYAPURA – Polda Papua melakukan upaya pendekatan persuasif bersama para tokoh adat dan tokoh masyarakat di Paniai, pasca peristiwa penganiayaan serta perampasan 3 pucuk senjata di Pos Polisi Kilometer 99 Ndeotadi, Paniai pada Jumat (15/5/2020) malam.
Pagi ini Kapolda Papua Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab bertolak ke Paniai. ‘’Kami dan Pangdam pagi ini ke sana, tetapi sepakat minta bantuan tokoh lakukan pendekatan,’’ ujar Kapolda Papua melalui WA kepada PAPUAInside.com, Senin (17/05/2020).
Sebelumnya, dalam wawancara dengan jurnalis Minggu (16/05/2020) Kapolda mengatakan pendekatan kepada tokoh-tokoh di sana sebagai langkah awal pengembalian 3 pucuk senjata yang dirampas tersebut.
“Pendekatan kepada para tokoh-tokoh di sana sudah kami lakukan agar 3 senjata ini dapat dikembalikan. Kami imbau para tokoh masyarakat di sana bisa bekerjasama,” ujar Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw, Minggu (18/5/2020).
Kapolda Irjen Pol. Paulus Waterpauw juga menegaskan, Polda Papua sedang melakukan pendalaman kasus ini.
“Kami sedang dalami kasus ini, apakah memang ada niat kesengajaan atau mendadak mereka lakukan,” tambah Kapolda Papua.
Kapolda Paulus Waterpauw sendiri bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab berencana Senin (19/5) ini akan bertolak ke TKP untuk melihat secara langsung seperti apa kejadian tersebut.
Disampaikan Kapolda Papua, pengembangan kronologis kejadian masih terus dilakukan.
“Karena infonya ada 4 anggota yang pengamanan dan 3 orang anggota ikuti rapat, selanjutnya 1 anggota menjaga di situ. kita dalami apakah 1 orang ini terlibat masalah dengan masyarakat sehingga terjadi hal ini, ya nanti kita lihat perkembangan,” jelasnya.
Jika tak ada hasil dari upaya pendekatan melalui tokoh adat dan tokoh masyarakat, Kapolda Paulus Waterpauw menyatakan terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap kelompok yang melakukan perampasan.
Sementara mengenai korban Briptu Christian, saat ini telah menjalani perawatan intensif.
“Laporan terakhir kondisi sudah cukup stabil,” tuturnya. **














