Oleh: Ignas Doy |
Papuainside.com, Jayapura—Dari 11 Kabupaten yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak di Provinsi Papua tahun 2020 baru sembilan kabupaten yang menandatangani NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah), sementara dua Kabupaten, Waropen dan Supiori, belum.
Demikian terungkap di sela-sela Launching Pilkada Serentak Bupati dan Wakil Bupati 11 Kabupaten di Provinsi Papua peserta Pilkada 2020, di Taman Imbi, Kota Jayapura, Selasa (8/10).
Gubernur Papua Lukas Enembe mengharapkan dua kabupaten tersebut segera menandatangani NPHD.
“Kan ini ultimatumnya tanggal 1 Oktober 2019 NPHD harus sudah ditandatatangani. Kita beri kesempatan pekan ini, tapi masih belum, karena itu pekan depan harus sudah selesai ditandatangani,” jelas Gubernur.
Gubernur mengatakan, pihaknya mengajak KPU setempat dan Pemerintah Daerah menganggarkan NPHD. “Kalau KPU mengajukan kegiatan yang besar bagaimana sama -sama DPRD merasionalkan lalu disetujui,” imbuhnya.
Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, jika belum bisa menandatangani NPHD, maka harus dibuat jadwal yang terukur.
“Artinya KPU sama Pemerintah Daerah bertemu lalu menentukan ya sudah kalau gitu tanggal misalnya tanggal 14 Senin depan atau tanggal 20 silakan tapi hari ini kalau bisa sudah diambil kesepakatan tanggalnya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Papua Theodorus Kossay mengatakan, saat ini KPU Papua sedang mendampingi 11 Kabupaten, yang melaksanakan Pilkada Serentak tahun 2020 yang dimulai sejak penandatangan NPHD.
“Mohon KPU dua Kabupaten ini terus- menerus melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah daerah setempat,” ujarnya.
Dikatakannya, saat ini pihaknya juga sudah mengundang 11 Kabupaten, yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak tahun 2020 mengikuti rapat koordinasi dalam rangka persiapan di Hotel Fave, Jayapura, hingga Kamis (10/10) mendatang. **














