1762 Pengungsi di Ilaga sudah Kembali ke Kampung Masing-masing

Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri. (foto: Humas Polda Papua)

Oleh: Faisal Narwawan|

PAPUAinside.com, JAYAPURA – Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri membenarkan adanya masyarakat yang mengamankan diri dari gangguan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wilayah Kabupaten Puncak.

Namun menurut Kapolda Fakhiri, mereka telah kembali ke kampung masing-masing sejak Rabu 2 Juni 2021 kemarin.

Ia membantah jika jumlah warga yang mengamankan diri berjumlah 3.019 orang.

Data yang diterima Polda Papua Dari Dinas Sosial Kabupaten Puncak terdapat Sekitar 1.762 orang dari tiga distrik yang keluar dari kampung-kampung menuju ke sekitaran Kota Ilaga.

“Semua sudah kembali terutama yang ketakutan di Distrik Ilaga Utara baik kampung Mayuberi, Toegi, Mundiba, Akonobak, Amunggi, Olenki, Maki dan Kampung Paluga. Jadi yang mengungsi sudah tidak ada, saya berharap informasi ke publik itu informasi yang mendasar,” kata Kapolda Fakhiri ditemui wartawan di Mapolda Papua, Kamis (3/6/2021) siang.

Dari data yang dihimpun Polda Papua, terdapat 3 Distrik di Kabupaten Puncak yang warganya sempat mengamankan diri yakni dari Distrik Ilaga, Distrik Ilaga Utara dan Distrik Mabugi.

Di Distrik Ilaga terdapat 4 kampung yang mengungsi yakni, Kampung Kimak dengan jumlah pengungsi 200 orang,

Kampung kalebut 106 orang, Kampung wuloni 91 orang dan Kampung tagaloa 294 orang.

Di Distrik Ilaga utara, terdapat Kampung Mayuberi 154 orang, Kampung Toegi 99 orang, Kampung Mundiba 61 orang, Kampung Akonobak 283 orang,

Kanpung Amunggi, 103 orang, Kampung olenki 17 orang, Kampung Maki 100 orang dan Kampung paluga 188 orang.

Di Distrik Mabugi dari Kampung pologobak dengan jumlah 66 orang.

Ia mengharapkan siapapun di Papua dapat memberikan informasi yang lebih dingin mengingat 120 hari lagi di Papua akan menggelar PON XX.

“Kedepan mari kita sama-sama menjaga isu-isu seperti ini, jangan sampai dikembangkan ke hal-hal lain,” tutupnya. **