11 Buku Keren dan Inspiratif Karya Nunias Selegani Diluncurkan, Ajak Milenial Papua Ubah Pola Pikir

Nunias Selegani (kanan), bersama seorang milenial Papua saat peluncuran 11 buku inspiratif. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.com)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Sebanyak 11 buku keren dan inspiratif karya Nunias Selegani diluncurkan di Sundshine Cafe & Library, Perumnas III, Waena, Kota Jayapura, Kamis (28/01/2021).

Peluncuran 11 buku karya Nunias Selegani ini dibuka oleh tokoh pemuda  Mee Pago, Agus Tabani dan dihadiri para milenial Papua.

Peluncuran 11 buku karya salah seorang putera Papua asal Kabupaten Intan Jaya ini diakhiri doa untuk kesembuhan Bapak Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang dibawakan Fince Yaung.

Ke-11 buku yang diluncurkan itu masing-masing.

1. Satu  Arah-Aku Tuan Rumah yang Buta di Rumahku Sendiri.

2. One Way-I  Am A Host  Who Is Blind!

3. No Free Lunch – Tidak Ada Makan Siang Gratis – Strategi Mendidik Diri Menjadi Pembisnis Bukan Pengemis.

4. Cape Pura-Pura Ikhlas-Kenapa Sa Tra Bisa Sekali  Lihat Kam Dua Senang kah?

5. Pemimpin Papua Butuh Dokter-Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejahteraan yang Hilang di Papua.

6.Teguran Perempuan Migani- Kematian tidak selalu bicara tentang kehilangan nyawa, tapi batasan dalam berekspresi untuk perempuan Migani harus dilongarkan.

7. Luka yang  Tertular-Sebuah buku yang layak menjadi pilihan pertama untuk dibaca manusia Papua, Paniai, Ndugama dan Intan Jaya.

8. Buku Terkaya untuk Perempuan Papua-Laki-laki, Cinta dan Rumah.

9. Lukas Enembe Kecil Papua-Ketika Generasi Papua Mulai Melihat, Mendengar dan Menginginkan, Mereka Akan Berani Berpikir Besar.

10. 10 Kesalahan DPR Papua yang Disepelehkan-Papua Mencatat Sebelum Terlambat.

11. Ko Sapu Doa yang Tuhan Jawab di Orang Lain. Ko Lanjut dengan Dia Sudah. Karena Ko Tra Akan Pernah Mengerti.

Dari 11 buku itu dua diantaranya ditulis pebisnis Papua Maximus Tipagau berjudul No Free Lunch – Tidak Ada Makan Siang Gratis – Strategi Mendidik Diri Menjadi Pembisnis Bukan Pengemis.

Kemudian Selly Selegani dengan judul Teguran Perempuan Migani- Kematian tidak selalu bicara tentang kehilangan nyawa, tapi batasan dalam berekspresi untuk perempuan Migani harus dilongarkan.

Nunias menyampaikan, ia menulis dan mempersiapkan sebanyak 34 buku sepanjang tahun 2018-2020, namun baru 11 buku yang diluncurkan.

Nunias mengajak milenial, untuk menyaksikan kreasi-kreasi milenial Papua lewat tulisan.

Ia mengharapkan agar milenial bersama-sama memberikan dukungan berupa tenaga serta materi, agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

“Kami ajak milenial, untuk saling mendukung dalam membangun negeri Papua, melalui karya-karya kita yang dapat dikembangkan,” katanya.

Ia juga sedang membuka wadah untuk Orang Asli Papua (OAP) dalam merubah pola pikir, agar lebih maju lagi.

Sementara itu, Agus Tabani mengatakan ia memantau Nunias Selegani sejak lama, karena ia memiliki bakat yang sangat luar biasa. Betapa pun masa depan Papua ada di pundak milenial.

“Kami ajak kepada milenial Papua, untuk menempuh pendidikan dengan baik dan mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri masing-masing, demi dipersembahkan dalam membangun negeri Papua,” imbuh Tabani.

Dikatakan milenial Papua harus bersatu dari semua wilayah-wilayah yang ada di Papua, agar dapat membawa negeri ini menjadi besar, dengan cara menjalankan organisasi-organisasi yang sudah ada dan berkarya dengan kemampuan masing-masing.

Selly Selegani mengajak milenial Papua atau siapa pun yang punya kedekatan hati dengan masyarakat Papua, untuk memiliki buku karya Nunias Selegani ini.

“Buku ini ditulis dengan sederhana, ringan dan mudah dipahami siapa pun. Buku ini juga menginspirasi semua orang, untuk tekun membaca dan menulis,” tutur Selly.

Buku-buku karya Nunias dijual di Kantor PT. NER, Gang Maralex, Depan SMA Taruna Bakti, Perumas II, Waena, Kota Jayapura atau order via online nerinspirationorangpapua.blogspot.com. Harga murah meriah Rp 150.000/buku. **