Wujudkan Visi Cerdas, Bupati Spei Bangun Sekolah Terintegrasi di Kalomdol dan Sentani

Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Birdana, ST, M.Si bersama anak-anak generasi penerus Kabupaten Pegunungan Bintang. (foto: ist)

PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua Pegunungan, Spei Yan Bidana, ST,M.Si menegaskan, pola pendidikan dengan mengirim anak-anak keluar Papua tidak membentuk karakter anak-anak Okmekmin menjadi lebih baik alias belum sesuai yang diharapkannya.

Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan Visi Cerdasnya, pada periode kedua kepemimpinannya, Bupati Spei Bidana akan membangun dua sekolah terintegrasi yang akan menjadi percontohan dengan menerapkan kurikulum lokal dan inovatif.

“Pertama itu sekolah terintegrasi dari SD, SMP dan SMA di Kukuperip, Distrik Kalomdol yang sedang dirancang Pak Salmon. Tahun ini kita bangun. Lalu yang kedua itu di Sekolah St. Antonius Padua Sentani. Sudah ada SMP dan SMA, kita tinggal bangun SD. Keduanya akan jadi sekolah terintegrasi percontohan. Selama ini kita kirim anak-anak studi ke luar Papua tidak terbentuk karakternya dengan baik,” ujar Bupati Spei Yan Bidana melalui telepon selulernya, Rabu (09/07/2025).

Menurut Spei, Sekolah St. Antonius Padua ini dibangun praktisi pendidikan Pastor Dr. Yohanes Kore, S.Ag,MA,OFM, yang saat ini menjabat Rektor Universitas Okmin Papua. Sudah enam tahun lamanya, sekolah itu ditinggalkan Pastor John sejak ia berpindah tugas ke Asmat dan sekarang di Oksibil.

“Jadi kami sudah rapat, kita akan rehab asramanya dan bangun SD supaya juga jadi tempat perkulihan dan tempat tinggal sementara mahasiswa asal PNG sebelum kampus Okmin di Oksibil rampung. Sekolah Padua ini memang mayoritas anak-anak Pegunungan Bintang. Ada sejumlah lulusan berprestasi sedang kuliah Teknik Pertambangan, ada yang jadi Ketua PMKRI di Salatiga, Ketua Senat di USTJ,” tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, di kedua sekolah terintegrasi ini, akan diterapkan kurikulum lokal berbahasa daerah, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Kedua sekolah ini akan menopang Universitas Okmin Papua dalam hal kurikulum dan suplay mahasiswa. Inovasi kurikulum akan lebih mudah diterapkan dibandingkan dengan sekolah umum yang sudah ada.

“Supaya anak-anak ini setelah tamat SMA, kita akan arahkan kuliah di jurusan Matematika, Fisika, Biologi dan Bahasa Inggris di Universitas Okmin Papua. Minat terhadap jurusan ini makin langka di Papua dan ini menjadi keprihatinan kita bersama,” tegas mantan Kepala Bappeda Pegubin ini.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menambahkan, dirinya sangat mendukung pembentukan Olyampiade di Yayasan Padua Sentani dan meminta Universitas Okmin Papua kembali menggelar Olympiade Sains tingkat SD, SMP dan SMA di Pegunungan Bintang.

“Universitas Okmin harus masuk ke sekolah-sekolah dari sekarang untuk kembali mengingatkan para guru memperhatikan pengajaran sains. Itu ilmu dasar. Dan saya minta kampus harus memiliki sekolah binaan untuk penerapan kurikulum bagi pengajaran sains ini,” tutupnya.

Selain itu, dalam rangka menjawabi kebutuhan panggilan imamat untuk menopang pelayanan Gereja Katolik ke depan, Spei Bidana juga berencana akan membuka sekolah Seminari Menengah di Oksibil.

“Saya sudah bicarakan dengan Pastor Dekanat Pegunungan Bintang agar kita bangun nanti karena animonya banyak. Daripada kita kirim ke Sorong jauh dan biaya mahal. Saya juga mau agar kedua sekolah terintegrasi baik di Kukuperip dan Padua Sentani nanti dikelola ordo atau biara,” tegasnya.  ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *