Waspadai Puncak Musim Penghujan Februari Hingga Maret 2021

Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre, SSi, tengah menjelaskan prakiraan cuaca di wilayah Papua. (Foto: Faisal Narwawan/Papuainside.com)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura maupun Kabupaten Keerom bagian utara masih dalam musim penghujan. Keadaan ini sudah berlangsung sejak Oktober 2020.

Pada Februari 2021 saat ini, diperkirakan hingga Maret 2021 tiga wilayah tersebut juga memasuki puncak musim penghujan.

Pada puncak musim penghujan sendiri, potensi hujan lebat akan lebih sering terjadi. Diperkirakan frekuensi kejadiannya baru akan menurun pada akhir Maret 2021. Sementara musim penghujan sendiri di kota Jayapura dan sekitarnya normal berlangsung hingga akhir Juni.

“Kita baru akan masuk musim kemarau itu pada awal Juli, normalnya seperti itu,” ujar Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah V Jayapura Ezri Ronsumbre, SSi, ketika dihubungi Papuainside.com, Senin (22/02/2021) siang.

Melihat hal ini, warga di kota Jayapura, Keerom dan kabupaten Jayapura diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Untuk diketahui masyarakat di tiga wilayah itu, peluang hujan lebat masih akan terjadi hingga Maret. Hujan lebat juga kami perkirakan terjadi pada malam dan dini hari, ini yang harus menjadi perhatian, terutama warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan rawan longsor,” ungkapnya lagi.

Meski musim penghujan diperkirakan sampai Juni mendatang, namun  disebutkannya kondisi hujan atau frekuensinya tak selalu sama.

“Seperti grafik (naik turun, red) tidak seperti ini terus akan menurun hingga memasuki Juni,” tambahnya.

Selain itu, untuk  wilayah Papua disampaikannya bahwa tak semua wilayah Papua masuk dalam wilayah zona Musim. Artinya terdapat wilayah di Papua yang termasuk wilayah non zona musim.

“Biasa wilayah non zona musim, hujannya merata sepanjang tahun, seperti di Timika, Nabire, Boven Digoel, Sarmi, Biak, Serui,” katanya.

Wilayah di Papua yang masuk dalam zona musim sendiri disebutkan termasuk kota Jayapura, kabupaten Jayapura, Keerom bagian Utara, Jayawijaya dan Merauke.

“Wilayah zona musim yang saya sebutkan ini sedang masuk dalam musim penghujan seperti kota Jayapura dan sekitarnya tadi,” katanya lagi.

Hujan yang terjadi dengan lebih sering juga sedikit dipengaruhi oleh fenomena Lanina yang diperkiarakan terjadi hingga Agustus 2021. Meski begitu, ia tak berkontribusi secara langsung.

“Yang menjadi perhatian itu, Lanina tidak punya pengaruh merata di seluruh Indonesia. Memang fenomena ini ada sedikit mempengaruhi atmosfir termasuk adanya awan hujan yang lebih gampang terbentuk.

Hanya saja penelitian yang dilakukan BMKG,  pengaruh Lanina di Kota Jayapura dan sekitarnya menyebutkan Lanina tak mempunyai pengaruh yang signifikan.

Jadi Lanina bukan pemicu, ada kontribusi dari Lanina, tapi tidak secara langsung,” tutupnya.

Perlu diketahui juga, berdasarkan prospek cuaca sepekan Papua yang berlaku hingga 28 Februari 2021 menyebutkan, pada 22-24 Februari 2021 untuk Papua bagian utara.

Potensi hujan sedang hingga lebat terjadi di wilayah Kabupaten Waropen, Nabire, Sarmi, Mamberamo Raya, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.

Pada Papua bagian tengah, potensi hujan sedang hingga lebat disebagian besar wilayah Pegunungan Tengah Papua dan di Papua bagian selatan  potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Kabupaten Asmat, Mappi, Merauke, Boven Digoel, dan Mimika.

Pada 25 – 28 Februari 2021, potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Kabupaten Supiori, Biak, Kepulauan Yapen, Waropen, Nabire, Sarmi, Mamberamo Raya, Keerom, kabupaten Jayapura dan kota Jayapura atau Papua bagian utara.

Potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Pegunungan Tengah Papua dan potensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Asmat, Mappi, Merauke, Boven Digoel, dan Mimika. **