Warga Papua Masih Mengalami Kekerasan, Natal Dirayakan Sederhana

Ketua MRP Timotius Murib, menerima selamat Natal di sela-sela ibadah Natal Keluarga Besar MRP di Hom Premiere Abepura, Jayapura, Rabu (15/12/2021). (Foto: Makawaru da Cunha)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, JAYAPURA—Warga Papua di beberapa wilayah masih terus mengalami kekerasan, karenanya Natal dirayakan dengan sederhana tanpa pesta pora.

“Kita umat Kristiani di bulan Desember ini Natal dirayakan sehingga benar-benar kita merasakan kasih Tuhan menyelamatkan manusia, khususnya Orang Asli Papua atau OAP,” jelas Ketua MRP Timotius Murib, usai ibadah Natal  Keluarga Besar MRP di Hom Premiere Abepura, Jayapura, Rabu (15/12/2021).

Sementara itu, Ketua Sinode Gereja Pentakosta Di Papua (GPDP) Pdt. Dr. Roberth Marini, MTh, dalam firmannya mengatakan ada beberapa hal tentang kasih yang ditulis oleh Al Kitab, seperti kasih storge, eros, phileo dan agape. Tapi kasih yang hakiki dan tulus itu sebetulnya kasih agape.

“Artinya kalau kasih agape itu menjadi bagian dari seseorang, maka dalam segala persoalan apapun dia tetap mengasihi  sampai ke bagian-bagian yang paling tersulit dia masih mampu menebarkan kasih. Bagian-bagian yang sebenarnya mungkin dia harus disepelehkan, tapi dia tetap mengasihi,” ucapnya.

Menurutnya, kasih agape dalam kehidupan sehari hari adalah teladan Kristus.

“Kalau kita memiliki kasih agape, maka dunia ini aman damai sebab segala sesuatu tak akan ditanggapi dengan negatif, marah, putus asa ataupun balas dendam, tapi semuanya dihadapi dengan damai,” imbuhnya. **