Oleh : Vina Rumbewas |
PAPUAInside.com, WAMENA – Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengajak seluruh umat GKI di Jayawijaya untuk bersatu bergotong rogoyong dalam setiap pembangunan gereja, baik yang dilakukan di tengah kota Wamena maupun di daerah pinggiran.
Karena menurutnya, pembangunan gedung gereja bukan hanya demi mengejar pembangunan fisik semata namun lebih dari pada itu untuk peningkatan pelayanan dan pembangunan iman jemaat.
Hal ini disampaikannya disela-sela pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja GKI Ukul Ebehunik Sinakma, Senin (24/05/2021).
“Saya harap bukan saja panitia tapi semua warga GKI yang ada di Jayawijaya untuk ikut bertanggungjawab membangun gereja ini. Yang terpenting saya pesan, mari kita sama-sama membangun gereja untuk kepentingan melayani Tuhan, bukan pribadi atau kelompok,” ungkapnya.
Menurutnya, karena jika pembangunan sepenuhnya diserahkan hanya kepada panitia dan jemaat maka pembangunan gereja tidak akan rampung sesuai target “Maka kita semua umat GKI yang ada di Jayawijaya harus bersatu untuk membangun gereja GKI,” katanya.
Ia juga menilai bangunan gedung gereja GKI Ebehunik Sinakma yang dibangun pada tahun 1999 ini sudah kurang layak karena semakin bertambahnya jemaat sehingga memang dibutuhkan gedung gereja baru untuk peningkatan pelayanan jemaat.
Sementara itu, Pdt Daud Mita Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Ukul Ebehunik Sinakma mengatakan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun gedung gereja seluas dua puluh kali tiga puluh enam meter yakni sebanyak enam milyar rupiah, sehingga dibutuhkan kerjasama seluruh jemaat.
“Kalau memang berjalan sesuai rencana, pembangunan akan dilakukan selama dua tahun. Tergantung bagaimana kami bisa mendapat biaya untuk membangun, ini juga menjadi pergumulan kami,” ujarnya.
Lanjutnya, untuk penggalangan dana pembangunan masih dilakukan secara interen yakni melalui swadaya jemaat, melalui iuran-iuran dan juga bantuan pihak luar.
“Kalau kita mau pembangunan gereja ingin cepat selesai maka ini bukan tangungjawab pendeta sendiri, tapi jemaat harus berpartisipasi akttif. Karena setiap kita pasti diberkati, sehingga dari berkat itu kita siap jadi berkat,” pungkasnya.
Acara peletakan batu pertama dan penggalangan dana pembangunan gedung gereja ini dihadiri beberapa pejabat di lingkungan Jayawijaya dan perwakilan warga jemaat GKI di Jayawijaya. **














