Wapres Minta BGN Tingkatkan Kualitas MBG di Papua Pegunungan

Wapres Gibran Rakabuming Raka didampingi Wamendagri Ribka Haluk dan Bupati Jayawijaya Atenius Murip meninjau pelaksanaan program MBG di SMA Negeri 1 Wamena, Papua Pegunungan, Rabu (14/1/2026). (Papuainside.id/RF)

Oleh: RF I

PAPUAINSIDE.ID, WAMENAWakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pelaksanaan program prioritas pemerintah pusat, Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Wamena, Papua Pegunungan, Rabu (14/1/2026). Kunjungan ini dilakukan pada hari kedua agenda kerja Wapres di Wamena.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres didampingi Wamendagri Ribka Haluk, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua Velix F Wanggai, Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo, Bupati Jayawijaya Atenius Murip, serta sejumlah kepala daerah di wilayah Papua Pegunungan.

Wapres Gibran terlihat menyapa siswa-siswi di tiga kelas yang dikunjungi dan berdiskusi ringan dengan para pelajar terkait makanan MBG yang sehari-hari mereka terima.

Usai berdialog, Wapres mengingatkan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pihak yang memantau dan mengelola dapur MBG agar lebih memperhatikan serta meningkatkan kualitas menu yang disajikan.

Salah satu siswi kelas XI, Livinka Kasih Koho, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas program MBG yang dirasakan manfaatnya oleh para pelajar di Papua Pegunungan. Namun, ia berharap kualitas makanan dapat terus ditingkatkan.

“Terima kasih untuk Pak Prabowo dan Pak Gibran atas MBG-nya yang telah disalurkan kepada kami siswa-siswi yang ada di Papua Pegunungan. Makanan ini sudah cukup pas dan enak, hanya saja dagingnya alot. Saya ingin ke depan MBG ini lebih baik lagi agar bisa membantu kami siswa-siswi yang ada di Papua Pegunungan, apalagi yang ada di pedalaman,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Pegunungan, Wahyu Adi Pratama, mengatakan kunjungan Wapres memberikan sejumlah catatan penting bagi pihaknya dalam meningkatkan kualitas MBG di wilayah tersebut.

“Dari kunjungan ini ada tiga hal yang menjadi catatan bagi kami, yakni terkait buah-buahan, di mana kita diminta mengoptimalkan buah-buahan lokal. Selain itu, perlengkapan alat makan juga menjadi perhatian karena banyak anak-anak yang tidak membawa alat makan,” jelas Wahyu.

Ia menambahkan, pesan Wapres juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas MBG secara menyeluruh di Papua Pegunungan. Saat ini baru terdapat lima dapur MBG yang beroperasi.

“Kita di sini baru lima dapur yang beroperasi. Tahun ini kita harus lebih memperbanyak lagi agar dapat menjangkau pelosok-pelosok. Kita juga diminta untuk memperhatikan kualitas makanan agar lebih variatif,” ujarnya.

Kepala SMA Negeri 1 Wamena, Yosep S. Wibisono, mengakui bahwa pelaksanaan MBG di sekolahnya masih perlu ditingkatkan, meski bukan berarti kualitasnya saat ini kurang.

“MBG perlu ditingkatkan, tapi bukan berarti hari ini kurang. Tidak. Tapi tadi seperti Pak Wapres bilang sendiri bahwa dagingnya keras, ini yang mungkin perlu diperhatikan,” katanya.

Ia juga menyoroti waktu pendistribusian makanan yang dinilai perlu mendapat perhatian agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
“Pendistribusiannya kalau bisa lebih cepat atau menjelang istirahat, jangan terlalu siang sehingga kita sulit mendistribusikan dan pasti akan mengganggu pelajaran,” tutupnya.

Sebelum meninjau program MBG di SMA Negeri 1 Wamena, Wapres bersama rombongan lebih dulu mengunjungi Pasar Tradisional Potikelek untuk melihat langsung aktivitas perekonomian di Wamena. Dalam kunjungan tersebut, Wapres berdiskusi dengan para pedagang dan menerima berbagai aspirasi dari masyarakat.

Usai meninjau pelaksanaan MBG, Wapres dan rombongan bergerak menuju Bandara Wamena untuk melanjutkan agenda kunjungan ke Yahukimo. Namun, berdasarkan informasi yang diterima, rencana tersebut terpaksa dibatalkan karena adanya tugas lain sehingga Wapres harus kembali ke Jakarta. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *