Oleh: Vina Rumbewas I
PAPUAinside.com, WAMENA–Pemerintah Daerah (Pemda) Jayawijaya bersama Dirjen Sarana Prasarana Kementerian Daerah Tertinggal, tengah berupaya mengambangkan 6 titik Desa Digital (Dedi) dan Desa Wisata (Dewi) di Jayawijaya.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Program Pengendalian dan Evaluasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jayawijaya, Rabinra Patasik di Wamena, Sabtu (26/3/2022).
Pengembangan dedi dan dewi ini juga bekerjasama dengan dinas-dinas terkait, diantaranya Dinas Pariwisata, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Penanaman Modal, Koperasi dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian.
“Ada beberapa desa yang sudah kita survey dan masih dalam tahap penilaian, terkait potensi yang ada di masing-masing desa. Salah satu desa yang hampir pasti kita lakukan program ini yaitu desa Walakma di distrik Wollo,” ungkap Rabin Patasik.
Menurutnya, di desa Walakma terdapat beberapa potensi yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan, dengan dipublis menggunakan system e-commerce.
Potensi yang dimiliki desa Walakma yakni pariwisata, yang mana di sana terdapat air terjun, gua mistis, perkebunan markisa, perkebunan kopi dan beberapa objek wisata yang lainnya.
Di tahun 2022 ini pengembangan dedi dan dewi ini akan diintervensi beberapa dinas terkait, seperti dinas pariwisata dan dinas komunikasi dan informatika.
“Kominfo sudah programkan untuk tingkatkan kapasitas jaringan internet di daerah tersebut, kemudian pariwisata sudah mengintervensi dengan pondok wisatanya dan dari pekerjaan umum dan perumahan rakyat sudah intervensi dengan akses jalan, sehingga diharapkan desa Walakma menjadi pilot project atau proyek percontohan, untuk pengembangan dedi dan dewi,” jelasnya.
Selain desa Walakma, dedi dan dewi ini nantinya juga akan dikembangkan juga di beberapa desa wisata, seperti di Pasir Putih dan beberapa desa di Kurulu, dan Asotipo.
“Paling tidak satu desa harus memiliki beberapa potensi yang bisa dikembangkan, tidak hanya objek wisatanya. Tapi ekonomi, pertanian, dan usaha-usaha lainnya,” pungkasnya. **














