Oleh: RF
PAPUAINSIDE.ID, WAMENA – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Robert Rouw, menaruh perhatian besar pada keuletan pemuda yang terjun dalam dunia pertanian di Papua Pegunungan. Menurutnya, para petani milenial ini perlu diberikan perhatian untuk mengembangkan lahan pertanian.
“Kami sudah bantu dengan irigasi, peralatan, dan sebagainya. Kami akan dorong terus melalui mitra-mitra yang ada di kementerian, di DPR, untuk bisa membantu mereka,” ungkap Robert Rouw disela-sela kunjungan kerja di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (22/10/2025).
Menurutnya, dengan semangat para petani muda ini maka perlu didorong terus, karena menurutnya jarang ada anak muda yang mau bertani. “Anak muda yang ada di Wamena ini begitu semangat untuk membangun, dan saya terus terang sangat tertarik dan saya sangat senang untuk kita mengangkat petani-petani kita,” katanya.
Terkait rencana pemerintah untuk membuka dua ribu hektar lahan pertanian di Wamena, menurut Robert Rouw hal ini sangat baik untuk mengembangkan potensi pertanian di Jayawijaya dan Papua Pegunungan. Dengan lahan pertanian seluas itu maka kebutuhan pangan seperti beras tidak lagi didatangkan dari luar Papua Pegunungan.

“Ini potensinya sangat besar, supaya kita tidak lagi mengambil beras dari luar, tapi kita bisa menyiapkan sendiri di sini. Kalau pun di jual dengan harga 25 ribu per kilo, itu uangnya langsung ke petani kita di sini, bukan orang luar,” jelasnya.
Tidak hanya bidang pertanian, Komisi V DPR RI juga konsen untuk pembangunan perumahan sehat di wilayah Papua Pegunungan.
Dalam kunjungan kali ini, selain menghadiri pembukaan workshop BASARNAS di Wamena, dalam agendanya politisi dari Partai Nasdem ini juga meresmikan program PAMSIMAS atau Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat di Kampung Asolokobal Distrik Asolokobal Kabupaten Jayawijaya, dan menghadiri Sekolah Lapang Iklim BMKG bersama mitra Komisi V DPR RI seperti kementrian PU, Basarnas, kementerian perhubungan, BMKG, dan kemendes PDT.
“Saya hadir disini bersama mitra saya, nanti kami akan ke BMKG untuk menghadiri Sekolah Lapang Iklim. Saya minta itu dilakukan di sini (Wamena) karena saya senang anak muda kami disni yang bersemangat mengolah lahan pertanian,” tuturnya.
Dengan pengetahuan dari Sekolah Lapang Iklim BMKG nantinya petani dan para penyuluh pertanian mendapat pemahaman informasi iklim yang tentunya sangat berpengaruh pada aktivitas pertanian. **














