Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay mengusulkan Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan di Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri, Komjen Pol Paulus Waterpauw diangkat jadi Caretaker Gubernur Papua Barat, pasca berakhirnya masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2017-2022 Dominggus Mandacan dan M. Lakotani.
Demikian disampaikan Ketua Dewan Adat Suku Besar Arfak, Obet Arik Ayok, Dewan Adat Papua Daerah Pegunungan Arfak Goliath Menggesuk, Tokoh Intelektual Arfak Kabupaten Manokwari Selatan Yafet Inden, Ketua Dewan Adat Wilayah III Doberay Kellyopas Meidodga, ketika jumpa pers di Kantor DAP Wilayah III Doberay di Manokwari, Kamis (5/5/2022).
Obet Arik Ayok mengatakan, usulan tersebut disampaikan melalui surat kepada Jokowi dengan menekankan dua (2) poin. Pertama, meminta dengan hormat kepada Presiden, untuk menentukan siapa putera terbaik anak adat Papua, untuk menjalankan amanah negara sebagai Carateker Gubernur Papua Barat periode 2022 – 2024.
Kedua, mengusulkan 2 figur yaitu Komjen Pol Paulus Waterpauw dan Drs. Nathaniel Mandacan, MSi.
Alasannya, mereka berdua adalah figur yang tepat karena putra terbaik anak adat Papua dari wilayah III Doberai dan wilayah adat Bomberay di Provinsi Papua Barat.
“Dua nama ini yang kami sepakati mengusulkan ke Presiden, karena memiliki loyalitas, integritas dan dedikasi yang sangat tinggi terhadap NKRI untuk ditunjukkan dan diangkat sebagai Carateker Gubernur Papua Barat periode 2022 – 2024, sekaligus mengisi dan menjalankan kekosongan pemerintahan daerah Provinsi Papua Barat hingga Pemilu 2024,” ucap Obet Arik Ayok.
Menurutnya, setelah menimbang dengan seksama nilai-nilai adat budaya Papua DAP Wilayah III Doberai, untuk kepentingan keberpihakan masyarakat adat Papua di Provinsi Papua Barat dan penghormatan terhadap hak-hak dasar masyarakat adat Papua menuju Pemilu 2024.
Lebih lanjut mantan anggota DPR Papua Barat ini mengajak masyarakat adat agar tetap menjaga stabilitas keamanan, jangan mudah terpengaruh dengan isu tidak bertanggungjawab dan jangan membenturkan keadaan menjadi memanas.
“Apa pun keputusan Presiden dan Mendagri itu yang terbaik untuk kita semua,” tandas Obet Arik Ayok.
Ia mengatakan, seharusnya semua lapisan masyarakat Papua mendukung penuh siapapun anak Papua yang akan duduk menjabat Caretaker Gubernur Papua Barat, yang terpenting mereka bekerja untuk rakyat di Papua Barat. **














