PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL— Universitas Okmin Papua melalui Program Studi Matematika-Fakultas Sains, Matematika dan Agroteknologi menggelar Olimpiade Matematika selama 6-8 Agustus 2025. Olimpiade ini diikuti oleh sejumlah sekolah tingkat SD, SMP dan SMA/SMK di Kota Oksibil dan beberapa distrik sekitarnya.
Asisten I Setda Pegunungan Bintang (Pegubin) Nicolaus Uropmbain, S.IP,M.Si mewakili Bupati Pegubin secara resmi membuka kegiatan Olimpiade Matematika, Rabu, 6 Agustus 2025 di Aula Universitas Okmin Papua Jalan Iwur-Pasar Baru, Distrik Kalomdol.
“Pemerintah Daerah Pegunungan Bintang sangat ingin agar ilmu sains, terutama Matematika banyak diminati oleh siswa-siswi kita. Oleh karena itu, melalui Olimpiade Matematika ini, kami berharap agar anak-anak kita semakin berminat dan makin cinta pada pelajaran Matematika,” kata Nicolaus Uropmabin dalam sambutannya.
Sementara itu, Asisten Dosen Matematika pada Program Studi Matematika Univeritas Okmin Papua, Salmon Kasipmabin, S.Pd mengatakan, pihaknya mengapresiasi kepada sekolah yang sudah mengirim siswa-siswinya menjadi peserta Olimpiade Matematika.
“Ini Olimpiade Matematika yang kedua kalinya digelar Universitas Okmin Papua. Hari ini kita mulai dengan tingkat SD, hanya 7 sekolah yang ikut dari target 23 sekolah. Esok Kamis (hari ini—Red.) akan dilanjutkan tingkat SMP, target kita 10 sekolah dan Jumat ditutup dengan tingkat SMA/SMK dengan target 5 sekolah,” kata Salmon kepada papuabangkit.com melalui telepon selelurenya, Rabu malam.
Salmon menjelaskan, Olimpiade Matematika ini dibagi dalam tiga tahap lomba yang diikuti tim dari setiap sekolah beranggotakan 3 peserta. Tahap pertamaa dalah babak penyisihan berupa soal Matematika pilihan ganda. Para peserta dengan nilai tertinggi akan masuk ke tahap semifinal dan selanjutnya ke final.
“Hari ini untuk tingkat SD, Juara 1 diraih oleh SD YPPK Mabilabol, Juara 2 SD Inpres Dabolding, dan Juara 3 SD Negeri Kukuperip. Para juara ini akan mendapat piala, sertifikat, dan uang pembinaan,” kata Salmon.
Tumbuhkan Minat Sains
Menurut Salmon, Olimpiade Matematika yang digelar ini selain untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-80, juga bertujuan untuk memotivasi para siswa-siswi Pegubin agar menyadari pentingnya Matematika dan sains bagi bekal pendidikan mereka selanjutnya.
Salmon mengakui, minat dan kecintaan anak-anak Pegubin terhadap ilmu sains, terutama Matematika masih sangat rendah. Hal ini terbukti dengan minimnya jumlah mahasiswa-mahasiswa yang studi di Prodi Matematika Universitas Okmin Papua.
“Karena itu, sebagai upaya ikut mewujudkan Visi Cerdas Bupati Pegunungan Bintang Bapak Spei Yan Bidana, kami ingi memotivasi anak-anak mulai dari bangku SD, SMP, dan SMA untuk mulai belajar mencintai Matematika. Tujuannya supaya ke depan, makin banyak putra-putri Okmekmin yang masuk ke Prodi Matematika di kampus kita,” tuturnya.
Olimpiade ini, lanjut Salmon juga menjadi ajang mencari bibit-bibit unggul atau siswa berprestasi di bidang sains untuk bisa mendapat beasiswa ke depan. Terutama siswa di kelas VI SD, kelas IX SMP, dan Kelas XII SMA/SMK.
“Saya melihat, di tingkat paling dasar, pengajaran tentang sains, terutama Matematika di Pegunungan Bintang masih sangat lemah. Apalagi di sekolah yang yang ada di kampung pelosok. Guru Matematika sangat jarang, bahkan tidak ada. Ini yang menjadi alasan, mengapa anak-anak kita banyak yang kurang minat pada Matematika,” tuturnya.
Lulusan Prodi Fisika pada Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Surya Tangerang tahun 2015 ini juga meminta Pemerintah Kabupaten Pegubin melalui Dinas Pendidikan bisa mendata alokasi dan penyebaran guru-guru Matematika di seluruh Pegubin, baik sekolah SD, SMP maupun SMA/SMK.
“Setelah didata, kami sangat berharap Dinas Pendidikan Pegubin bisa mendatangkan guru-guru Matematika untuk memenuhi kebutuhan anak-anak. Selama ini anak-anak kita masih melihat Matematika sebagai pelajaran yang rumit dan ditakuti. Kita belajar dari metode GASING Profesor Yohanes Surya, anak-anak jadi minat karena cara mengajar guurunya itu menyenangkan. Dan anak-anak kita saya yakin mampu,” urai pria yang sedang
Salmon Kasipmabin pun berbagi pengalaman. Ia menuturkan, dirinya menjalani pendidikan di SD Inpres Yumakot Distrik Okaom dengan dasar ilmu sains yang sangat lemah. Ketertarikannya pada sains, terutama Fisika mulai muncul saai ia masuk SMP YPPK Bintang Timur Oksibil.
“Cara mengajar guru Fisika kami waktu itu Bapak Koswin Uropmabin membuat saya tertarik. Trik atau soal yang digunakan sangat kontekstual. Seperti menggunaka nama orang di kampung, nama burung atau gunung itu yang buat saya tertarik. Saat masuk SMA Negeri 1, saya juga mendapat guru yang bagus, Ibu Endang Widiastuti. Itu membuat saya memantapkan pilihan masuk juruan IPA,” kisahnya
Kegiatan Olimpiade Matematika hari pertama ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Yumius Taplo, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Yulianus Uropdana, SH,M.Hum, Dekan Fakultas Agroteknologi Biologi dan Fisika Pius Almung, SE,M.Si, dan Ketua Prodi Matematika Levi Padalulu, S.Pd,M.Pd. **(RILIS)














