Universitas Okmin Papua di Pegubin Terima 30 Mahasiswa Baru dari PNG

Mahasiswa asal PNG yang akan kuliah di Universitas Okmin Papua di Pegunungan Bintang. (foto: ist)

PAPUAINSIDE.ID. JAYAPURA— Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026Universitas Okmin Papua (UOP) yang terletak di Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Provinsi Papua siap menerima tiga puluh (30) mahasiswa baru asal Papua New Guinea (PNG).

Sebanyak 30 mahasiswa baru itu umumnya mengambil program studi Bahasa Inggris. Kini mereka sudah tiba di Jayapura pada Selasa, 8 Juli 2025.

“Mereka sudah tiba di Jayapura dan nanti akan mengikuti kelas offline di Kampus UOP di SMA YPPGI Sentani. Mereka ini sudah passport. Tahun lalu juga ada 32 orang tapi karena ada masalah di passport, jadi mereka kelas online,” ujar Kepala Tenaga Kependidikan Universitas Okmin Papua, Dian Eka Pertiwi ZB, S.Kom dihubungi melalui telepon selelurnya.

caranyaMenurut Dian, untuk menjaring mahasiswa asal PNG ini, pada tahun lalu dirinya sempat tinggal selama tiga minggu di Perbatasan Wutung untuk melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah SMA di sana hingga ke Vanimo.

“Kita lakukan sosialisasi, bagikan brosur Universitas Okmin ke sekolah dan Dinas Pendidikan setempat, lalu meminta mereka distribusikan ke masyarakat. Puji Tuhan bisa dapat 60-an mahasiswa selama dua tahun terakhir ini,” tutur dosen lulusan Universtas Gajayana Malang ini.

Ia berharap dengan berdirinya kampus Universitas Okmin Papua ini bisa memberikan pendidikan yang lebih bagus dan murah ke depan, dimana mahasiswa tidak perlu meninggalkan Pegunungan Bintang untuk kuliah di luar Papua.

“Salah satu visi Kampus Okmin Papua ialah menjangkau pendidikan di wilayah Melanesia. Ini adalah langkah kami untuk mewujudkan visi UOP itu. Ketiga puluh mahasiswa baru dari PNG ini sebagian dibiayai dari beasiswa pemerintah PNG, sedangkan sebagiannya dengan biaya mandiri. Ada yang dari Vanimo, ada juga dari Wewak,” tutupnya.

Bupati Pegubin Spei Yan Bidana, ST,M.Si mengapresiasi pemerintah PNG yang telah mengirim 60-an mahasiswa untuk kuliah di Univeristas Okmin Papua. Menurutnya, ini adalah komitmen kampus untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah perbatasan RI-PNG.

“Ini juga bagian dari soft diplomacy dimana Universitas Okmin hadir mengambil peran untuk mencerdaskam manusia Okmin dari Telepomin sampai Vanimo. Ke depan, kita akan Kerjasama dengan tiga provinsi di PNG untuk pengiriman mahasiswa yakni  Provinsi Barat, Provinsi Sepik Timur, dan Provinsi Manus,” kata Bupati Spei.

Bupati Spei yang juga pendiri Universitas Okmin Papua ini menegaskan, kehadiran mahasiswa PNG menjadi tantangan dan peluang bagi para dosen di kampus itu untuk mengembangkan diri.

“Harus siapkan kurikulum yang menyesuaikan kebutuhan kerja PNG. Minimal dosen kita harus bisa kembangkan diri untuk bisa berbahasa Inggris Pijin, melakukan riset dan menulis supaya bisa transfer of knowledge berjalan,” tuturnya.

Kerjasama kemitraan bidang pendidikan ini juga bisa terbangun berkat dukungan Pemerintah Papua New Guinea (PNG) melalui Atase Pertahanan PNG Untuk Indonesia (PNG Defence Attache To Indonesia) Kolonel Dominic Bulungol di Jakarta. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *