Trigana Air Ajukan ke Pemda Jayawijaya Buka Kembali Penerbangan Wamena-Timika

Kepala Trigana Air Wamena, Maikel Biduri. (Foto: Vina Rumbewas/Papuainside.com)

Oleh: Vina Rumbewas  I

PAPUAInside.com, WAMENA—Guna mengaktifkan kembali rute penerbangan Wamena-Timika yang terpaksa dihentikan sejak merebaknya Covid-19 di Indonesia sejak Maret 2020 lalu, maskapai komersial Trigana Air, yang sebelumnya melayani penerbangan Wamena-Timika mengajukan penawaran kepada pemerintah daerah (Pemda) Jayawijaya untuk membuka kembali penerbangan Wamena-Timika (PP).

Trigana bahkan menawarkan kerjasama dengan Pemda Jayawijaya untuk membuka Pos Kesehatan yang sama, seperti yang ada di Sentani, Kabupatem Jayapura, untuk melakukan pemeriksaan bagi para calon penumpang di Timika yang akan berangkat menuju Wamena, sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang tujuan Wamena di Sentani.

Pimpinan Trigana Air Wamena, Maikel Biduri, kepada wartawan mengatakan, selama pemberlakuan satu pintu bagi yang ingin ke Wamena yakni melalui pos kesehatan Sentani, para penumpang dari Timika yang hendak ke Wamena  harus membeli tiket ke Sentani dan membeli tiket lagi untuk ke Wamena.

“Jadi ibaratnya dua kali biaya perjalanan Timika-Wamena. Kita sadar pemda Jayawijaya punya kebijakan untuk mencegah Covid-19 ini makin banyak dengan melalui satu pintu posko kesehatan di Sentani,” papar Maikel kepada wartawan di Wamena, Jumat (08/01/2021).

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya menawarkan kerjasama dengan pemda Jayawijaya, untuk menempatkan satu atau dua perwakilannya di Timika, dan Trigana siap membantu dengan menyediakan penginapan petugas.

“Saya sudah koordinasikan dengan managemen di Sentani dan mereka prinsipnya bersedia,” katanya.

Menurut Maikel, hal ini telah disampaikan langsung kepada bupati Jayawijaya, dan mendapatkan respon baik dari pemda Jayawijaya.

Hanya saja hal ini masih perlu dibicarakan lagi mengingat tidak hanya Trigana Air yang melayani rute penerbangan Timika-Wamena, namun ada juga maskapai lainnya.

“Karena dari Timika-Wamena dan Wamena Timika ada Wings juga makanya perlu suatu kesepakatan bersama, jangan sampai trigana disetujui namun penumpang air lines lain juga ikut, itu yang  mungkin harus dibicarakan,” ungkapnya.

Sebelum penutupan penerbangan pada Maret 2020 lalu, rata-rata jumlah penumpang Wamena-Timika mencapai 40 sampai 50 dalam sekali fligt Trigana Air jenis ATR, yang dalam seminggu Trigana Air melayani dua kali flight Wamena-Timika begitupun sebaliknya.

Sementara itu, terkait penambahan pesawat Trigana Air jenis boing yang akan melayani rute penerbangan Jayapura Wamena, menurut Maikel hal tersebut telah disetujui pemda Jayawijaya sejak awal Januari lalu.

“Untuk Boeing Jayapura-Wamena, pemda Jayawijaya sudah keluarkan ijin tinggal managemen saja, dan untuk menggeser pesawat boeing yang selama ini melakukan aktifitas di Pulau Jawa, ditargetkan bulan ini sudah beroperasi,” pungkasnya. **