Trans Jayapura-Wamena Terhambat, Kepala BBPJN Jayapura Bertemu Danrem 172/PWY

Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan dan Kepala BBPJN Jayapura Edu Melki Sasarari, ST, MM, bahas kerjasama percepatan pembangunan Trans Jayapura-Wamena. (Foto: Dok/Penrem 172 /PWY)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, ABEPURA—Danrem  172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan, menerima kunjungan kerja Kepala  Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Jayapura Edu Melki Sasarari, ST, MM, dan Staf membahas kerjasama dalam percepatan pembangunan Trans Jayapura-Wamena di Makorem 172/PWY, Padang Bulan, Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (09/02/2021).

Edu mengatakan, proses pengerjaan trans Papua kini terus dilakukan, tapi mengalami kendala waktu pengerjaan, karena tingginya mobilitas kendaraan yang melintas dengan beban yang berat dari Jayapura menuju Wamena.

“Kendaraan pengangkut komoditas tersebut terus memaksa melakukan perjalanan ke Wamena, mengakibatkan waktu jam kerja berkurang dari sebelumnya 8 jam menjadi 4 jam dalam sehari. Waktu kerja habis untuk membantu menarik kendaraan dan sejenisnya yang terjebak lumpur,” ujarnya.

Edu menjelaskan kondisi trans Jayapura—Wamena kini dalam tahap pengerjaan, tapi masih berupa jalan tanah, ditambah lagi tingginya curah hujan membuat kondisi jalan makin parah, untuk dapat dilalui kendaraan bermuatan berat.

Untuk itu, tambahnya, BPPJN Jayapura meminta bantuan Korem 172/PWY, untuk menghimbau dan mensosialisasikan kebijakan bagi kendaraan melewati jalan trans Jayapura-Wamena melalui pos-pos TNI yang tergelar.

“Kami butuh waktu sekitar dua minggu, untuk memaksimalkan pengerjaan. Setelah itu, jalan akan kami buka selama dua hari dan kedepannya akan dibuka seminggu dua kali tergantung kondisi dilapangan. Kita berharap kebijakan ini dapat dilaksanakan,” tuturnya.

Sementara itu, Danrem mendukung penuh kebijakan yang dikeluarkan BPPJN Jayapura sebagai salah satu upaya dalam percepatan pembangunan trans Papua.

“Kami sangat mendukung, sebab dengan adanya pembangunan trans jalan ini kita bisa mengangkut bahan kebutuhan pokok maupun bahan untuk mendukung program pembangunan di daerah pegunungan dalam jumlah besar dengan harga yang murah,” kata Danrem.

Selama ini, transportasi barang hanya tergantung angkutan udara yang sangat mahal dan secara otomatis akan menaikkan harga kebutuhan. Disamping itu juga, dengan harga yang begitu mahal dapat menghambat pembangunan di daerah pegunungan.

Danrem menjelaskan, TNI menggelar pos di sepanjang titik pembangunan trans Jayapura-Wamena dalam rangka memberikan keamanan masyarakat.

“Kita berharap pos-pos sepanjang jalan ini, kedepan bisa menjadi titik permukiman, sehingga kita bisa mendorong terjadinya transmigrasi lokal dan kita dorong kementerian terkait untuk mengambil bagian seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan dan bidang lainnya,” tutur Danrem.

Terkait pelaksanaan sosialisasi dan himbauan aturan BPPJN, Danrem menyampaikan, segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

“Kita juga berharap pemerintah daerah ikut menghimbau dan mensosialisasikan aturan ini kepada pelaku usaha baik di Jayapura maupun di Wamena,” kata Danrem. **