Top Ten Champions Pelatihan Literasi Keuangan UMKM Keerom Bersama Chatat.id

Para Top Ten Champions Pelatihan Literasi Keuangan UMKM Keerom Bersama Chatat.id. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.com)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, ARSO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom dan Chatat.id berkolaborasi mendampingi pelaku usaha dan UMKM di wilayah Keerom.

Sebelumnya, Pelatihan Pengembangan Kapasitas SDM Kabupaten Keerom dalam Aspek Digitalisasi Usaha dan Keuangan UMKM, diikuti 50 pelaku usaha dan UMKM di Aula Bappeda Kabupaten Keerom, Arso, 11-13 Oktober 2022.

Chatat.id adalah aplikasi kasir dan keuangan usaha karya anak bangsa. Chatat.id membantu para pelaku usaha dan UMKM dalam proses produksi, manajemen persediaan sampai laporan keuangan usaha.

Pemkab Keerom dan Chatat.id berhasil memilih 10 peserta terbaik atau top ten champions pelatihan pengembangan kapasitas SDM kabupaten Keerom dalam aspek digitalisasi usaha dan keuangan UMKM.

Para top ten champions, selain menerima sertifikat juga mendapat hadiah paket berlangganan selama setahun dan paket kasir mini.

Sertifikat dan hadiah diserahkan Wabup Keerom Wahfir Kosasih, SH, MH, MSi, didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Keerom, Rulli Ririmase, SH, MSi dan CEO Chatat.id Petrus Hadi Satrio Bapa.

Sertifikat untuk para Top Ten Champions Pelatihan Literasi Keuangan UMKM Keerom Bersama Chatat.id. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.com)

Ini Top Ten Champions Pelatihan Literasi Keuangan UMKM Keerom Bersama Chatat.id:

  1. Ririn Januarintin
  2. Komala S Rouludin
  3. Fatma Ramandey
  4. Maria Margaretha Manafe
  5. Srianti
  6. Marojahan Siahaan/Koperasi Maju Berkarya Keerom
  7. Paulus Simatauw
  8. Yasinta Papua Orambe
  9. Mey Asna Wihyawari
  10. Sulastri

CEO Chatat.id Petrus Hadi Satrio Bapa menyampaikan pesan kepada para pelaku usaha dan UMKM di Keerom, agar lebih maju dan berkembang di waktu mendatang.

“UMKM di Keerom harus maju dan harus naik kelas.  Semoga ketika kami kembali kesini lagi kelasnya sudah naik,” ujarnya.

Seorang peserta pelatihan, Nunia Ohee, mengatakan pendampingan ini sangat penting sekali, karena bisa mengetahui pemasukan dan pengeluaran modal usaha melalui sistem digitalisasi.

“Jika ingin jadi pelaku usaha dan UMKM, maka harus tahu dan paham digital,” ujarnya.

Nunia yang tergabung dalam UMKM Cenderawasih Keerom memiliki usaha produk aksesoris kreatif, berupa mahkota, tas, bunga, topi dan noken dari bahan kulit kayu dan daur ulang barang barang bekas. **