TNI Bersama Warga Produksi Kripik Balado Bramoss di Kampung Mosso

Personel Pos Mosso Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Braja Sakti dan warga memproduksi kripik balado bramossdi Kampung Mosso, Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. (Foto: Dok/Pendam XVII/Cenderawasih)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, MOSSO—Setelah menggelar pelatihan pengolahan talas menjadi kripik balado selama 2 hari (3 s/d 4 -7-2021), personel Pos Mosso Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Braja Sakti dan warga setempat memproduksi kripik balado, yang diberi nama kripik Balado Bramoss (Braja Mosso) di Kampung Mosso, Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (9/7/2021).

Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas  RI-PNG Yonif 131/Brs, Letkol Inf Muhammad Erfani SH, MTr (Han) dalam keterangan tertulisnya.

Diungkapkan, dengan telah diproduksinya kripik olahan masyarakat ini, diharapkan dapat menginspirasi warga dalam mengolah hasil kebun lainnya, yang tak hanya dapat dikonsumsi keluarga mereka. Tapi juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat luas.

“Dari hasil pelatihan yang kita gelar, saat ini warga sudah dapat memproduksi dan siap untuk dipasarkan. Harapannya dengan kegiatan ini, dapat membantu meningkatkan perekonomian warga di daerah perbatasan RI-Papua New Guinea (PNG), terutama warga Kampung Mosso,” kata Dansatgas.

Terpisah, Danpos Mosso Letda Inf Eri Hermawan mengungkapkan, selain mengajarkan cara membuat kripik Balado Talas, pihaknya juga mengajarkan pengemasan produk serta membantu warga menyalurkan hasil kripik buatan mereka ke warung-warung sekitar perbatasan termasuk sampai ke Pasar Koya.

“Produk keripik balado yang kami (Satgas) buat dengan warga ini diberi nama kripik Balado Bramoss (Braja Mosso). Semoga usaha ini bisa berkembang dan diterima masyarakat luas, sehingga dapat membantu peningkatkan perekonomian warga Kampung Mosso, guna mempercepat pembangunan kesejahteraan masyarakat di perbatasan,” jelas Danpos.

“Saya berharap produksi kripik ini kedepannya menjadi usaha rumah tangga yang menghasilkan di tengah masa pandemi ini. Bahkan diharapkan Kampung Mosso dapat menjadi salah satu tempat penghasil kripik Balado di perbatasan RI-PNG tersebut,” pungkasnya. **