Tingkatkan Produktivitas, 12 Petani Ikan Lele asal Puncak Ikut Pelatihan Budidaya di Bogor

Petani ikan lele asal Kabupaten Puncak sedang mengikuti pelatihan budidaya ikan lele di lokasi Abba Hasarudin di Kampung Sukabirus, Megabendung Bogor. Pelatihan didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Puncak Ibu Dasin Kogoya SE, M.M. (foto: Humas Pemkab Puncak)

PAPUAInside.com, BOGOR—Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Puncak memboyong 12 petani untuk mendapatkan pelatihan budidaya dan pengembangan ikan lele ke pusat budidaya ikan lele milik Abba Hasarudin di Kampung Sukabirus, Megabendung Bogor.

12 petani yang doboyong tesebut adalah perwakilan dari kelompok budidaya ikan lele yang semuanya berasal dari Kabupaten Puncak, dan akan mengikuti pelatihan selama satu minggu yang sudah dimulai sejak 28 Juli 2022.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Puncak Dasin Kogoya, SE,MM mengatakan di wilayah Kabupaten Puncak sangat berpotensi untuk mengembangkan budidaya ikan lele, namun karena minimnya pengetahuan yang dimilik para petani sehingga produktivitas masih rendah sehingga usaha tersebut belum maksimal.

Tempat budidaya ikan lele milik Abba Hasaruddin, kata Dasin Kogoya terkenal dengan lele Sangkuriang yang merupakan hasil perkawinan yang dilakukan pertama kali oleh pemiliknya. ‘’Kami memilih lokasi Abba Hasarudin karena di tempat pembudiyaan ikan lele ini merupakan hasil perkawinan sehingga dia sendiri yang memberikan pelatihan secara langsung kepada petani. Dia sudah profesional dalam bidang pengembangbiakan lele Sangkuriang yang terkenal di Indonesia,’’ ujar Dasin Kogoya.

Tujuan pelatihan ini kata Dasin Kogoya guna mendukung visi dan misi bupati dan wakil bupati yaitu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, dengan memanfaatkan potensi-potensi lokal yang ada di Kabupaten Puncak, salah satunya adalah budidaya ikan lele.

“Sebenarnya pelatihan ini di Jayapura tapi dari dinas kami ambil kebijakan membawah kelompok tani ini mereka langsung ke Bogor dengan dana yang mepet, langsung ke lokasi yang tepat, dengan harapan para petani mereka mendapatakan ilmu yang dibawah pulang,” tambahnya.

Lanjutnya, selama ini dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Puncak sudah membagikan bibit ikan lele kepada para kepompok tani untuk budidaya, namun dalam perjalananya tidak berkembang, karena minim pengetahuan sehingga Dinas mencoba dengan cara baru, yaitu menghadirkan para kelompok tani ini langsung belajar di Bogor.

Kata Dasin, selama seminggu di Bogor, para peserta akan menerima pelatihan terkait dengan materi budidaya ikan lele Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) perkawinan, penetasan telur, pemeliharaan larva/benih dalam lingkungan terkontrol, melalui penerapan teknologi yang tepat sehingga tingkat keberhasilan budidaya ikan di  Ilaga, benar-benar berkembang.

“Selama ini untuk memenuhi kebutuhan ikan biasanya warga ambil dari Nabire dan Timika, dan itu harga mahal karena diangkut dengan pesawat makanya kami mencoba mengembangkan sendiri budidaya ikan lele karena wilayah kami memang memiliki potensi,” jelasnya.

Salah satu peserta Wainus Tabuni menyambut baik pelatihan ini, dirinya mengatakan akan siap mengembangkan ikan lele di Kabupaten Puncak, apalagi durasi waktu pemeliharaan sampai panen  cukup cepat hanya sebulan.

“Program ini sangat tepat, banyak hal baru yang kami temui di sini, kami akan pulang dan kembangkan di Kabupaten Puncak, secepatnya, apalagi pengembangbiakan ikan lele, siklusnya sampai dengan panen hanya butuh waktu 3-4 bulan, cukup cepat bisa lakukan di Puncak,” tuturnya. ** (Humas Pemkab Puncak Papua)