Tiba di Wamena, Wamenpar Langsung Mengunjungi Beberapa Objek Wisata Potensial

Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, saat melihat beberapa lapak kerajinan rajut mama-mama Papua di halaman Kantor Bupati Jayawijaya, Kamis (6/7/2026). (Foto: Papuainside.id/RF)

Oleh: RF  I

PAPUAINSIDE.ID, WAMENA—Hari pertama tiba di Jayawijaya, Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, langsung mengunjungi beberapa objek wisata, salah satunya melihat objek wisata Mumi Aikima di Distrik  Kurulu, Kamis (6/7/2026).

Tidak hanya itu, wamenpar bersama rombongan juga menyempatkan waktu melihat kesiapan pagelaran Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion di halaman kantor bupati Jayawijaya.

“Senang sekali ini karena pertama kalinya saya datang ke Wamena, dan tadi melihat Desa Wisata Kumukima dilanjutkan dengan melihat Mumi di Aikima,” ungkap wamenpar kepada wartawan usai mengunjungi lapak noken mama-mana Papua yang digelar di halaman kantor bupati Jayawijaya.

Ia juga menceritakan bahwa dirinya sempat mengobrol dengan beberapa wisatawan manca negara di beberapa lokasi wisata berbeda yang mengaku menikmati wisata yang ada di Wamena.

Menurut wamenpar, ada begitu besar potensi wisata di Jayawijaya, khususnyan kekayaan adat dan budaya, salah satunya di desa Kumukima.

“Tadi juga saya lihat kopi, jadi saya pikir ada banyak PR ya yang kita bisa jahit bersama dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan baik itu kunjungan maupun layover stay wisatawan yang datang ke sini,” katanya.

Ni Luh Puspa berharap dengan upaya peningkata kunjungan wisatawan di Jayawijaya dapat ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sektor pariwisata maupun agrowisata, karena dirinya melihat terdapat potensi kopi dan nenas di Jayawijaya.

“Jadi kami mendorong bagaimana pariwisata tumbuh dengan kekuatan dan akar budaya yang ada di daerah tersebut. Ada begitu besar potensi wisata, utamanya dengan kekayaan adat dan budaya yang ada di sini, seperti di Desa Wisata Kumukima.” tuturnya.

Dikesempatan itu, wamenpar mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung festival-festival daerah seperti FBLB, agar masyarakat juga bisa semangat untuk terus mempertahankan adat budaya yang di miliki.

“Mudah-mudahan tahun ini Festival Budaya Lembah Baliem ini masuk dalam top 10 Karisma Event Nusantara (KEN), mudah-mudahan bisa terus meningkatkan kualitasnya dan menarik lebih banyak wisata untuk datang,” tutupnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *