Terinspirasi Kenangan Masa Kecil di Ngilimol, Andreas Yawalka Bangun Lapangan Sepakbola

Andreas Yawalka mengawasi proses pembangunan stadion Andreas Ngilimol di Kampung Ngilimol Pegunungan Bintang. (foto: ist)

PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL—Terinspirasi dari kenangan masa kecil di Ngilimol, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Andreas Yawalka berhasil mewujudkan impiannya membangun lapangan sepakbola di dusun tersebut. Lapangan ini diharapkan menjadi pusat kegiatan olahraga bagi generasi muda Polbakon dan Kabupaten Pegunungan Bintang.

Nama Ngilimol memiliki arti khusus bagi Andreas Yawalka. Di tempat inilah, pada tahun 70-an, ia tumbuh besar dan memiliki impian untuk membangun lapangan sepak bola bertaraf nasional. Impian tersebut kini menjadi kenyataan berkat kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sang kekasihnya, Nyai Damiana Kasipmabin.

Andreas Yawalka menyerahkan dana Rp 100 juta untuk mengawali rencana pembangunan Stadion Andreas Ngilimol di Kampung Ngilimol Pegunungan Bintang. (foto: ist)

Motivasi Andreas semakin membara setelah tim kebanggaannya meraih kemenangan di HUT-80 RI dan Abikbor Cup. Tim Putra Mahjong FC meraih juara 1, dan Okpol Putri juara 2.

Pada tanggal 27 Agustus 2025, Andreas Yawalka mengundang perwakilan dari 5 kampung untuk membahas pembangunan lapangan sepakbola di Ngilimol. Undangan tersebut disambut baik oleh kampung Aldom, Kuddol, Banumdol, Polsam, dan Molbip Silibip. Mereka sepakat untuk membersihkan dusun Ngilimol dan menjadikannya lapangan sepak bola. Sebagai tanda komitmen, Andreas memberikan DP sebesar Rp 100 juta kepada tenaga kerja.

Setelah 5 hari bekerja, dusun Ngilimol mulai berubah menjadi lapangan sepak bola. Andreas Yawalka kemudian memberi nama lapangan ini “Stadion Andreas Ngilimol,” yang terletak strategis di antara gedung kantor DPRD dan gedung kantor bupati.

Lapangan Sepakbola Andreas Ngilimol direncanakan menjadi lapangan olahraga multifungsi. Andreas berharap lapangan ini dapat dimanfaatkan oleh generasi muda Polbakon dan Kabupaten Pegunungan Bintang untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang olahraga.

“Ngilimol ini tempat lahan bermain saya sejak masih anak-anak. Apa yang kita buat untuk generasi muda kita? Kita sebagai anak daerah perlu memberikan kontribusi,” kata Andreas dengan wajah sedih.

“Saya telah memulai untuk generasi muda dari lima kampung, ini usaha swadaya saya. Saya tidak mendapatkan bantuan dari lembaga mana pun. Ini inisiatif saya. Hasil usaha saya bangun lapangan untuk generasi Polbakon.

Pekerjaan ini bukan untuk saya saja, mari ikut terlibat dalam hal mulia ini. Saya usaha sampai titik penghabisan saya, demi menyelamatkan minat dan bakat generasi muda Polbakon, dari Polbakon Ngilimol Oksibil untuk Papua umumnya Indonesia,” pungkas Andreas ditanyai media ini pada,Sabtu, 20 September 2025.** (Aquino)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *