Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, membentuk program Skills Development Center (SDC) atau Pusat Pengembangan Keterampilan, selain untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) juga menekan angka pengangguran di Bumi Cenderawasih.
Pasalnya, angka pengangguran di Papua kini kurang lebih 3,4 persen. Gubernur Papua mengharapkan pada saat akhir masa jabatannya tahun 2023, angka pengangguran bisa ditekan hingga 1 persen.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua, Ir. Omah Laduani Ladamay, MSi, ketika dikonfirmasi di Jayapura, Senin (11/4/2022) menjelaskan Pemprov Papua telah menggelar Rapat Kerja Pembentukan SDC Kabupaten/Kota di 5 Wilayah Adat Provinsi Papua di Hotel Mercure, Kota Jayapura, Senin (4/4/2022) lalu.
Laduani menjelaskan, pembentukan SDC ini untuk memberikan dasar yang kuat bagi tenaga kerja, untuk mengatasi masalah-masalah pengangguran di Papua.
“Program ini intinya kita latih tenaga kerja di Balai Latihan Kerja (BLK), yang kita sesuai dengan kebutuhan di lima wilayah adat di Papua. Apa yang dia serap tenaga kerja itu yang kita latih. Jangan nanti dana untuk pelatihan di BLK ini jalan tanpa arah,” ujar Laduani.
Menurutnya, program SDC ini adalah kerjasama Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas serta Pemerintah Daerah. Jika program SDC dilaksanakan, maka Papua adalah provinsi yang ke 22.
“Nanti besok ini kita punya industri, yang akan dibuka misalnya di Lereh dia butuh sekian banyak orang kita siapkan, untuk masuk ke pasar kerja,” katanya.
“Jadi kita nanti juga dengan membekali soft skills. Jadi selain industri keterampilan kita dorong juga dengan bimbingan mentalnya, sehingga tiba waktunya mereka sudah siap masuk dunia kerja,” terangnya.
Oleh karena itu, pihaknya nanti menata pasar kerja di Papua, agar menjadi lebih baik lagi.
“Jadi setiap tahun berapa banyak yang dibutuhkan, itu yang kita latih. Jika nanti ada kekurangan baru kita ambil dari tempat lain,” ucapnya.
Dikatakan pihaknya mulai inventaris tenaga kerja yang dilatih di BLK, baik BLK Utama Papua di Kota Jayapura dan BLK Utama di Sorong, Papua Barat.
“Nah kalau memang yang disini tak ada, kita kerjasama dengan BLK Sorong. Misalnya untuk perikanan Sorong bantu kita, karena disana dia punya kerja mengarah kesana, sehingga nanti dibutuhkan pihak ketiga atau pebisnis, maka kita dorong dari kita dulu,” tandasnya. **














