Sudah 14 Minggu, 31 Anak Putus Sekolah di Oksibil Ikut Program Si Ipar

Anak-anak binaan Ops Rasaka Cartenz 2023 di Oksibil Pegunungan Bintang sedang menerima pelajaran. (foto: Humas Polda Papua)

PAPUAInside.id, OKSIBIL— Program Si Ipar yang digelar Ops Rasaka Cartenz 2023 di Kabupaten Pegunungan Bintang sudah berlangsung 4 minggu dan diikuti 31 anak putus sekolah di Distrik Oksibil termasuk 16 orang di Kampung Balusu.

Program ini memperkenalkan pelajaran berhitung, membaca dan menulis. Nantinya pada akhir program semua peserta Si Ipar akan mendapatkan ijazah non formal paket A.

Iptu Jufri Rambu salah seorang pengajar menjelaskan, pihaknya tidak hanya fokus kepada anak-anak yang putus sekolah, melainkan mengajak anak-anak usia dini untuk mau belajar. Seperti halnya yang dilakukannya di kampung Balusu, Distrik Oksibil, Senin (15/5/2023).

“Disini itu kami ke kampung-kampung mencari anak-anak putus sekolah untuk membimbing mereka agar mau kembali bersekolah.  Nah di kampung Balusu ada 16 anak kemarin kami didik, dengan latar belakang putus sekolah maupun tidak bersekolah,” jelasnya.

Jufri dan rekan-rekannya merasa bangga bisa terlibat dalam operasi ini lantaran bisa mengerti kesulitan yang dihadapi anak-anak di kampung tersebut, serta mengantar mereka memiliki mimpi-mimpi masa depan.

Anak-anak yang dibina ini kata Jufri akan diberikan ijazah paket A yang nantinya bisa dipergunakan melanjutkan pendidikan di sekolah formal. ‘’Harapannya ketika mereka mendapatkan ijazah paket A, mereka bisa melanjutkan pendidikan formal di sekolah. Begitu juga anak-anak usia dini yang kita bina, diharapkan mereka bisa menapaki jenjang sekolah lebih tinggi,” ujarnya.

Program ini kata Jufri sangat baik bagi masyarakat dan tentunya membantu pemerintah daerah, sehingga pihaknya akan terus mencari anak-anak putus sekolah untuk dibina.

Pada akhir kegiatan, personel Satgas Binmas bersama personel Kesehatan Ops Rasaka Cartenz memberikan vitamin kepada anak-anak sebagai upaya meningkatkan imunitas dan kesehatan mereka selama mengikuti kegiatan bersama Satgas Binmas Ops Rasaka Cartenz 2023.

Kasatgas Humas Ops Rasaka Cartenz 2023, Kombes Pol Ignatius Beny Adi Prabowo S.H., S.I.K., M.Kom, mengungkapkan bahwa dengan konsistensi Satgas Binmas melalui program Polisi Pi Ajar dalam mengajar anak didik, diharapkan dapat memberikan hasil yang positif.

“Harapannya, program ini dapat memberikan motivasi kepada anak-anak binaan Satgas Binmas di wilayah untuk terus menuntut ilmu dan kembali bersekolah,” tutup Kasatgas Humas.

Dengan adanya program Polisi Pi Ajar yang mengajarkan membaca dan menulis kepada anak-anak di Pegubin, diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pendidikan dan perkembangan anak-anak serta memotivasi mereka untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.

Program tersebut merupakan salah satu upaya untuk membantu pemerintah daerah setempat dalam memacu peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya di bidang pendidikan. Dimana IPM Kabupaten Pegunungan Bintang sendiri tergolong rendah, atau di bawah angka 60 berdasarkan data BPS pada akhir tahun 2022. **

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *