Stok Bapok di Jayapura Tersedia Hingga Ramadhan

Pj. Walikota Jayapura Frans Pekey saat memantau ketersediaan bahan pangan di Saga Mall Abepura. (Foto : Faisal Narwawan)

Oleh : Faisal Narwawan|

PAPUAinside.id, JAYAPURA— Tim Pengendali Inflasi Daerah  (TPID) Kota Jayapura bersama Satgas Pangan kembali melakukan inspeksi mendadak (Sidak)  di sejumlah pasar tradisional dan ritel modern, Kamis (23/2/223).

Tim dibagi dua rute yaitu rute Jayapura Selatan -Jayapura Utara dan Abepura-Heram. Di Abepura, tim dipimpin Penjabat Walikota Jayapura Frans Pekey.

Kepada wartawan Frans Pekey mengatakan, Tim pengendali Inflasi dan Satgas Pangan melakukan sidak  bahan pokok untuk menjamin ketersediaan stok bagi masyarakat.

“Pantauan kami, ketersediaan stok bahan pokok seperti beras dan minyak goreng ini aman hingga Ramadhan dan lebaran,” kata Frans Pekey usai memimpin sidak di Abepura, Kamis.

Selain tercukupi, harga sejumlah komuditas termasuk cabai dan bawang putih juga bawang merah terpantau stabil.

“Harga bahan pangan fluktuatif tapi tidak ada yang menonjol. Jadi ada yang relatif turun dan ada yang stabil,” ungkap Frans Pekey.

Kepada distributor ia mengingatkan agar tak bermain harga lebih lagi saat menjelang Ramadhan yang sisa sebulan lagi.

“Ingat ada satgas ada tim mengawasi, jangan bermain harga. Kalau ada larangan, ada kebijakan ikuti,” katanya lagi.

Kepada warga kota, ia mengajak untuk membeli bahan pangan lokal yang ada di Kota Jayapura.

Ia mencontohkan untuk komodity telur lokal kualitasnya tak berbeda jauh sehingga konsumen sebenarnya tak merugi jika membeli telur lokal.

“Kalau ada suplai telur lokal, kita prioritaskan karna itu membantu menghidupkan peternak kita di Kota Jayapura, ” tutupnya.

Selain itu, Pj. Walikota Jayapura juga mengungkapkan, pihaknya telah bekerjasama dengan distributor yang ada di kota untuk menggelar pasar murah.

Bukan hanya dalam rangka HUT Kota Jayapura, pasar murah ini digelar juga dengan maksud  meningkatkan daya beli masyarakat menengah hingga menengah kebawah.

“Digelar di Imbi mulai 24-24 Februari dan nantinya juga berlanjut terus di beberapa titik hingga bulan puasa,” ujar Frans Pekey.

Ada Kelesuhan Ekonomi

Diwancara terpisah, Harris Manuputty GM Saga Grub menjelaskan, meski tak ada kelangkaan bahan pokok, namun di Kota Jayapura saat ini terjadi kelesuhan ekonomi.

“Semua stabil harga, tapi memang ada kelesuhan ekonomi. Kami tetap bergairah, kami tetap semangat sehingga dibuatlah pasar murah besok,” lanjutnya.

Kelesuhan ekonomi di Kota Jayapura terjadi kata Harris karena karena daya beli masyarakat yang menurun.

“Untuk itu perlu ada kegiatan ekonomi seperti pasar murah supaya meningkatkan daya beli masyarakat,” katanya.

Meski demikian, ia membantah daya beli masyarakat menurun akibat bencana gempa bumi.

Hal itu disampaikanya mengingat kelesuhan ekonomi terjadi sejak November 2022.

“Saya sudah sampaikan ke Walikota Jayapura tadi bahwa pergerakan ekonomi Kota Jayapura juga tergantung suasana politik dan keamanan. Kota Jayapura ini kota jasa, tidak menghasilkan tambang atau lainnya, sehingga perlu perkembangan ekonomi yang baik dan nantinya dengan sendirinya berdampak pada daya beli masyarakat,” jelas Harry. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *