Spei Yan Bidana: UOP Hadir untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, ST., M.Si pendiri Universitas Okmin Papua. (foto: Aquino Ningdana)

PAPUAINSIDE.ID, OKSIBIL—Bupati Pegunungan Bintang SPEI YAN BIDANA, ST., M.Si yang merupakan pendiri Universitas Okmin Papua, mengatakan pendirian univeritas ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, prosesnya panjang dan tidak mudah, awal berdirinya hanya 7 mahasiswa namun sekarang sudah mencetak 246 sarjana S-1.

Hal tersebut disampaikan Bupati Spei saat memberikan sambutan di acara Yudisium Perdana 246 Sarjana S-1 Universitas Okmin Papua, Selasa (31/03/2026) di Kampus Universitas Okmin Papua Jalan Serambakon, Oksibil.

“Kami mendirikan universitas ini bukan hanya untuk sekadar memiliki nama, tetapi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Biaya kuliah sudah diatur agar dapat dijangkau, dan tujuan utama adalah membangun perguruan tinggi yang mampu bersaing dengan yang terbaik,” ujar Bupati Spei.

Mahasiswa Universitas Okmin Papua yang mengikuti yudisium perdana. (foto: Aquino Ningdana)

Bupati juga menekankan pentingnya pendidikan berbasis adat untuk membentuk karakter kepribadian yang kuat. “Pendidikan harus diinisiasi sesuai dengan adat masing-masing daerah agar kuat. Orang yang belajar melalui pendidikan akan mampu berpikir dan menyelesaikan persoalan hidupnya sendiri, termasuk bagaimana memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga lingkungan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan impian besar untuk menjadikan Universitas Okmin Papua sebagai pusat kajian linguistik dan kebudayaan Melanesia yang diakui dunia. “Kita tidak perlu menunggu 100 tahun, dalam 20 tahun ke depan ini harus menjadi universitas yang menyentuh dunia internasional. Kita sudah mulai menyeleksi dosen secara nasional, dan lima dosen telah melanjutkan studi S2 untuk memperkuat kapasitas akademik,” tambahnya.

Yanuaris K Opki perwakilan wisudawan. (foto: Aquino Ningdana)

Selain itu, Bupati mengumumkan bahwa universitas akan membuka program studi baru seperti Ilmu Pemerintahan, Kedokteran, Keperawatan, serta Sastra Indonesia dan Bahasa Lokal. “Kita juga akan menjadi pusat untuk kajian musik melanesia. Bulan depan, akan ada kunjungan dari pihak Australia untuk membahas konektivitas ekonomi dan kerja sama pendidikan,” ucapnya.

Yanuaris K Opki perwakilan wisudawan yang menyampaikan pesan dan kesan di acara yudisium menegaskan pendidikan bukan berhenti setelah mendapatkan gelar, tetapi terus berlanjut. “Kita adalah mahasiswa angkatan pertama Universitas Okmin Papua. Awalnya tidak ada gedung yang memadai, kita belajar di halaman terbuka dan hampir putus asa. Namun, dengan usaha dan doa, hari ini kita akan ditetapkan sebagai wisudawan,” ujarnya dengan penuh emosi.

Ia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua yang telah memberikan dukungan tak henti-hentinya selama masa studi. “Tanpa kasih sayang dan doa mereka, kami tidak akan sampai di sini. Kasih sayang orang tua tidak dapat dibalas sampai kapanpun,” pungkasnya, mewakili seluruh peserta yudisium.

Universitas Okmin Papua berharap bahwa kelulusan mahasiswa angkatan pertama ini akan menjadi awal yang baik untuk kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah Pegunungan Bintang, serta mampu menghasilkan generasi muda yang berkualitas dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.

Acara ini turut hadir Sekda Kabupaten Pegunungan Bintang, Jeni Linthin, SH, M.Si, Asisten I, II, para pimpinan OPD di lingkungan pemerintah, lembaga DPRD, rohaniawan serta disaksikan ribuan masyarakat. ** (Aquino Ningdana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *