Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—SMP YPK Merauke, menyambut positif dan mendukung, jika Pemerintah Daerah (Pemda) Merauke, memasukan Bahasa Malind dalam Muatan Lokal (Mulok) di sekolah-sekolah di seluruh wilayah Merauke.
Demikian disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP YPK Merauke, Tri Sulandari, usai kegiatan menoken atau berbagi isi noken sekaligus perkenalan Buku Saku Bahasa Malind.
Buku Saku Bahasa Malind menggunakan Dialek Onggari (Wanggali Milah), Dialek Duh Milah, Indonesia dan Inggris.
Diketahui, Tim Penyusun Buku Saku Bahasa Malind adalah Kristina Balagaize (Penutur Wanggali Mayan), Ramla Winoto (Penutur Duh Milah Mayan) dan Gloria Damayanti Rumetna (Penerjemah Bahasa Inggris).
Kegiatan ini berlangsung di Halaman SMP YPK Merauke, Selasa (13/8/2024).

Para Siswi SMP YPK Merauke menunjuk Buku Saku Bahasa Malind, Selasa (13/8/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)
Tri Sulandari mendukung Bahasa Malind masuk dalam Mulok di sekolah-sekolah di wilayah Merauke.
Dikatakan, Buku Saku Bahasa Malind ini berisi penuturan sehari-hari, seperti kamus kecil, praktis dan bisa dibawa kemana- mana.
“Semoga buku saku bahasa Malind ini anak-anak bisa belajar dan mempraktekan sehari-hari baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Lambat- laun anak-anak lancar berbahasa Malind atau bahasa ibu,” ujar Tri Sulandari.
Siswa SMP YPK Merauke, John RD Dinaulik mengatakan ia dan kawan-kawannya senang mendapat Buku Saku Bahasa Malind.
“Kami ingin belajar Bahasa Malind melalui buku saku ini,” ucapnya.

Nokeners Mamta Piter Roki Aloisius, menjelaskan filosofi menoken di SMP YPK Merauke, Provinsi Papua Selatan, Selasa (13/8/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)
Nokeners AnimHa, Yune Angel Anggelia Rumateray mengatakan, Buku Saku Bahasa Malind dipersiapkan para penutur kurang lebih dua bulan ini bertujuan, untuk mempertahankan dan melestarikan Bahasa Malind.
Yune menjelaskan, berdasarkan survei dari Balai Bahasa Provinsi Papua, Bahasa Malind sudah berada di ambang kepunahan, karena minimnya para penutur aktif.
Selain itu, ucapnya, generasi Z pun sudah tidak fasih dalam menuturkan Bahasa Malind, sehingga Papua Paradise Center (PPC) mengupayakan terbitnya buku saku ini, agar menjadi bahan ajar di sekolah formal.

Para siswi menyampaikan salam menoken, usai penyerahan Buku Saku Bahasa Malind di SMP YPK Merauke, Provinsi Papua Selatan, Selasa (13/8/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)
Sementara itu, Perempuan Malind Sang Pelopor Dimulainya Pengajaran Bahasa Ibu di Sekolah Alam Paradise, Mujina Kaize mengatakan, pihak Balai Bahasa Provinsi Papua mendukung penuh bahan ajar Bahasa Malind di sekolah-sekolah di seluruh Kabupaten Merauke, untuk melindungi dan melestarikan Bahasa Malind, yang terancam punah.
Menurutnya, Pemda Merauke merencanakan mensahkan Perda tentang Mulok Bahasa Malind pada September atau Oktober 2024 mendatang.
Turut hadir antara lain PPC, Komunitas Menoken AnimHa, Komunitas Menoken Mamta, The Samdhana Institute dan Para Guru Penutur Bahasa Malind.
Para Siswa SMP YPK Merauke bernyanyi bersama Jingle Menoken Salam Menoken dan mengumandangkan yel yel “Utamakan Bahasa Indonesia Lestarikan Bahasa Daerah Kuasai Bahasa Asing”. **














