Oleh: Ignas Doy I
PAPUAInside.com, JAYAPURA—Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Papua mengajak warga bercocok tanam dan berkebun, untuk mensiasati pandemi Covid-19.
Ajakan ini disampaikan Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua Usman G. Wanimbo, SE, MSi, ketika menyerahkan bantuan paket Sembako secara simbolik kepada Vikaris Keuskupan Jayapura Pater Marianus Koba Toyo, SVD, didampingi Pastor Paroki Santo Willibrodus Arso Kota, Kabupaten Keerom Pater Krispinus Bidi, SVD pada Sabtu (06/06/2020).
Turut hadir pengurus DPD Partai Demokrat provinsi Papua dan pengurus DPC Partai Demokrat kabupaten dan kota se-Papua.
Bupati Tolikara dua periode ini menuturkan, di saat pandemi Covid-19 semua warga dihimbau untuk bekerja dari rumah atau work from home.
“Jika warga bekerja dari rumah, maka penghasilan dan belanja kebutuhan makanan ikut berkurang. Oleh karena itu, kami ajak warga berkebun, untuk memenuhi kebutuhan pangan setiap hari,” ujarnya.
Ia menuturkan, penularan Covid-19 khusus di provinsi Papua makin meningkat setiap hari.
“Kita tak tahu kapan Covid-19 berakhir. Apakah bulan depan atau kapan. Dari pada kita tunggu Covid-19 lebih baik kita berkebun,” ucap Usman.
Sementara itu, Krispinus mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19 memang banyak terjadi pergumulan di tengah warga.
Ada warga yang secara sukarela bisa mengatasi situasi tersulit. Tapi ada juga warga yang betul-betul tak berdaya dan membutuhkan uluran tangan dari sesama.
“Dan hari ini kami sungguh menyadari bahwa ternyata Tuhan menggerakan hati bapak ibu melalui DPD Partai Demokrat Papua boleh mengunjungi kami di Keerom,” katanya.
Oleh karena itu, terangnya, pihaknya menyampaikan terima kasih khusus kepada DPD Partai Demokrat provinsi Papua, yang telah memberikan bantuan paket Sembako.
Dikatakannya, Keuskupan Jayapura membawahi Dekenat Keerom memiliki 6 paroki, yang juga menangani asrama anak-anak Papua asal Waris, Jayawijaya, Pegunungan Bintang dan lain-lain.
Mereka melanjutkan pendidikan di SMP dan SMA. Ada juga siswa yang belajar di Sekolah Menengah Agama Katolik Negeri (SMAKN) di wilayah Paroki Skamto di Arso 14.
Menurut dia, di saat pandemi Covid-19 praktis semua sekolah diliburkan, sehingga ada anak-anak asrama yang pulang ke rumah orang tuanya masing-masing. Tapi ada juga yang tinggal di asrama.
“Anak-anak yang tinggal kami arahkan, untuk berkebun, seperti menanam sayur dan keladi di kompleks Paroki selama pandemi Covid-19,” ungkapnya. **














